Capital Asset Pricing Model merupakan kerangka kerja teoretis yang digunakan dalam bidang keuangan untuk menentukan tingkat pengembalian aset yang wajar. Model ini membantu investor dalam mengambil keputusan strategis guna menambahkan instrumen tertentu ke dalam portofolio yang terdiversifikasi dengan baik.
Perhitungan dalam model ini memperhitungkan tingkat sensitivitas aset terhadap risiko non-diversifikasi atau yang dikenal sebagai risiko sistematis pasar. Risiko tersebut umumnya direpresentasikan melalui nilai beta dalam industri keuangan, serta memperhitungkan ekspektasi imbal hasil pasar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeModel ini didasari oleh asumsi-asumsi tertentu mengenai fungsi utilitas dan ketiadaan biaya transaksi dalam pasar keuangan yang efisien. Meskipun sering kali menghadapi berbagai pengujian empiris, model ini tetap populer karena kesederhanaannya yang tinggi.
Sejarah pengembangan model ini berakar dari kontribusi sejumlah ekonom terkemuka termasuk William F. Sharpe dan Harry Markowitz. Para pencetusnya bahkan dianugerahi penghargaan Nobel berkat kontribusi besar mereka di bidang ekonomi finansial.
Peran Security Market Line dan Penilaian Valuasi Aset
Penerapan model ini erat kaitannya dengan penggunaan garis pasar sekuritas atau security market line untuk mengevaluasi sekuritas individu. Garis tersebut memetakan hubungan antara tingkat pengembalian yang diharapkan dengan risiko sistematis masing-masing aset.
Posisi suatu aset pada grafik tersebut menentukan apakah instrumen investasi tersebut dinilai undervalue atau overvalue di pasaran. Aset yang berada di atas garis umumnya menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan tingkat risiko yang melekat padanya.
Model ini juga menghasilkan tingkat diskonto yang sesuai untuk memperkirakan arus kas masa depan dari suatu instrumen investasi. Saham dengan tingkat sensitivitas yang lebih tinggi akan memiliki nilai beta lebih besar serta memerlukan tingkat diskonto yang lebih tinggi pula.
Secara keseluruhan, pemahaman mendalam mengenai model penentuan harga aset ini memberikan panduan rasional bagi para pelaku pasar. Investor dapat mengukur apakah imbal hasil yang ditawarkan sepadan dengan risiko pasar yang harus diasumsikan.