Penyaluran kredit perbankan nasional terus mencatatkan tren positif dengan total mencapai Rp9.081 triliun hingga periode Juni 2026.
Pertumbuhan kredit pada Juni 2026 kembali meningkat menjadi 12,67% secara tahunan dengan total penyaluran mencapai Rp9.081 triliun, ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Jakarta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKenaikan penyaluran pembiayaan tersebut terutama ditopang oleh tingginya permintaan pada segmen kredit investasi yang melonjak hingga 24,90% secara tahunan.
Sementara itu, kredit modal kerja tercatat tumbuh sebesar 8,94% dan kredit konsumsi mengalami peningkatan di level 5,75%.
Kinerja likuiditas dan kualitas kredit perbankan tetap sehat
Kinerja positif industri perbankan juga tecermin dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga yang berhasil menembus angka Rp10.282 triliun pada akhir Juni 2026.
Meskipun laju pertumbuhan kredit sedikit melampaui pertumbuhan dana pihak ketiga, OJK memastikan kondisi likuiditas industri perbankan nasional tetap berada pada level yang sangat sehat.
Hal tersebut dibuktikan melalui rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga yang tercatat aman di posisi 23,08% dan jauh melampaui ketentuan batas minimum regulator.
Selain itu, kualitas aset perbankan tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah gross berada di level 2,75% serta rasio kecukupan modal yang kuat pada 23,70%.