Perusahaan multinasional Broadcom mencatatkan tonggak sejarah baru dalam industri teknologi global dengan melampaui kapitalisasi pasar USD 2 triliun pada April 2026. Pencapaian luar biasa tersebut menjadikan Broadcom sebagai perusahaan keenam di dunia yang berhasil mencapai angka fantastis itu setelah sebelumnya melewati ambang batas USD 1 triliun pada Desember 2024.
"Broadcom terus memperkuat posisinya sebagai penyedia global terdepan dalam produk semikonduktor dan perangkat lunak infrastruktur yang melayani berbagai pasar penting," ujar pengamat industri teknologi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan data perusahaan, sekitar 58 persen pendapatan Broadcom berasal dari produk berbasis semikonduktor, sementara 42 persen sisanya disumbangkan oleh lini produk serta layanan perangkat lunak infrastruktur.
Perusahaan yang kini bermarkas di Palo Alto, California, dipimpin oleh Tan Hock Eng selaku presiden sekaligus chief executive officer.
Transformasi Bisnis dan Ekspansi Melalui Akuisisi Strategis
Jejak historis Broadcom berakar dari HP Associates yang didirikan pada tahun 1961 sebagai divisi produk semikonduktor Hewlett-Packard sebelum akhirnya bertransformasi secara masif melalui berbagai aksi korporasi. Perusahaan ini mengalami perubahan besar ketika Avago Technologies mengakuisisi Broadcom Corporation pada Januari 2016 dan menggunakan nama Broadcom Limited.
Langkah ekspansi agresif terus berlanjut di bawah kepemimpinan Tan Hock Eng, termasuk kesepakatan bernilai jumbo untuk mengakuisisi VMware senilai USD 69 miliar yang resmi rampung pada November 2023.
Sebelum ekspansi ke ranah perangkat lunak infrastruktur seperti CA Technologies dan Symantec, Broadcom sempat menghadapi tantangan regulasi termasuk penyelidikan antimonopoli dari Uni Eropa serta pembatalan akuisisi Qualcomm oleh pemerintah Amerika Serikat.
Meskipun diwarnai berbagai dinamika regulasi global dan persaingan ketat pasar semikonduktor, strategi diversifikasi bisnis terbukti sukses membawa Broadcom menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia saat ini.