Hanya 18 persen perusahaan kecil yang mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau AI dalam operasional bisnis mereka berdasarkan temuan survei terbaru dari Small Firms Association (SFA). Mayoritas pemanfaatan teknologi tersebut masih terbatas pada proses dasar di area risiko rendah.
Berdasarkan laporan survei melibatkan 404 anggota SFA oleh Amarach, tercatat 5 persen bisnis telah menerapkan AI pada sebagian besar area operasional. Sebanyak 13 persen lainnya memasukkan teknologi itu ke dalam beberapa lini bisnis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDirektur SFA David Broderick menjelaskan mayoritas pelaku usaha kecil masih bertahan menggunakan perangkat siap pakai standar demi kebutuhan administrasi dasar dan penyimpanan berkas. "Mereka belum memanfaatkan pengembangan teknologi kustom secara mandiri," ujarnya.
Sebanyak 63 persen perusahaan kecil memakai AI untuk pembuatan konten pemasaran serta administrasi, sementara 37 persen mengandalkan chatbot layanan pelanggan. Sektor keuangan dan profesional mencatatkan tingkat adopsi tertinggi mencapai 51 persen, sedangkan ritel dan perhotelan tertinggal.
Analisis media mencatat kendala utama adopsi teknologi ini meliputi kekurangan keahlian teknis sebesar 31 persen dan keterbatasan waktu sebesar 28 persen. SFA mendesak pemerintah memaksimalkan dana pelatihan nasional guna mengatasi defisit keterampilan tersebut.