Permanent Income Hypothesis atau hipotesis pendapatan permanen merupakan model ekonomi penting yang dicetuskan oleh ekonom terkemuka Milton Friedman pada tahun 1957. Berdasarkan analisis Kabayan News, teori ini merevolusi cara pandang para ahli ekonomi dalam memahami pembentukan pola konsumsi masyarakat yang ternyata lebih dipengaruhi ekspektasi masa depan ketimbang pendapatan sesaat.
Sebelum kemunculan teori tersebut, mazhab Keynesian mendominasi pemikiran ekonomi melalui absolute income hypothesis yang dicetuskan oleh John Maynard Keynes. Namun, Keynesian kerap menemui jalan buntu ketika dihadapkan pada ketidakmampuan menjelaskan stabilitas tingkat tabungan di tengah tren kenaikan pendapatan riil masyarakat pada masa pascaperang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMelalui karyanya yang berjudul A Theory of the Consumption Function, Friedman membagi pendapatan serta konsumsi menjadi komponen permanen dan transitori. Sebagaimana dilaporkan dalam literatur ekonomi, konsumen cenderung melakukan perataan konsumsi atau consumption smoothing demi memaksimalkan utilitas hidup mereka dalam menghadapi berbagai ketidakpastian finansial.
Perbedaan mendasar antara pandangan Friedman dan Keynes terletak pada efektivitas kebijakan fiskal jangka pendek. Sementara Keynes meyakini kemampuan pemerintah melakukan fine tuning ekonomi melalui manajemen permintaan, Friedman justru menilai intervensi tersebut kerap menemui hambatan akibat jeda waktu yang panjang dan variabel yang kompleks.