Nilai tukar Poundsterling terhadap Euro (GBP/EUR) diproyeksikan bakal mengalami koreksi dari posisi kuatnya saat ini berdasarkan survei terbaru Exchange Rates UK Research periode Agustus 2026. Mayoritas institusi keuangan besar memperkirakan mata uang Inggris tersebut akan melandai meskipun sempat mencatatkan performa gemilang sepanjang tahun berjalan.
Berdasarkan data pasar, posisi GBP/EUR saat ini berada di kisaran 1.1674, sementara median proyeksi konsensus justru mengarah turun ke level 1.163 pada kuartal ketiga 2026 dan menyentuh angka 1.149 menjelang akhir tahun. Angka tersebut diperkirakan bertahan stabil sepanjang 2027.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut pengamatan Kabayan News, perbedaan antara realisasi pasar saat ini dengan proyeksi jangka panjang bank-bank global menunjukkan adanya kehati-hatian investor. Sebagaimana dilaporkan dari hasil survei, konsensus tidak melihat tren penguatan poundsterling akan terus berlanjut tanpa hambatan berarti.
Di sisi lain, beberapa institusi tetap mengambil sikap bullish seperti Bank of America yang mematok target GBP/EUR di level 1.1905 hingga paruh pertama 2027. Sebaliknya, lembaga keuangan seperti ING dan SEB justru memandang lebih rendah dengan estimasi menyentuh level 1.1111 pada periode mendatang.
Ketahanan poundsterling sebelumnya mendapat sokongan dari ekspektasi suku bunga Bank of England yang mempertahankan suku bunga di level 3.75 persen di tengah dinamika inflasi domestik. Namun, perlambatan ekonomi kawasan Eropa serta faktor geopolitik global tetap menjadi variabel penting yang dicermati para pelaku pasar valuta asing.