Albemarle Corporation merupakan perusahaan manufaktur kimia khusus asal Amerika Serikat yang berpusat di Charlotte, North Carolina. Perusahaan ini melayani berbagai sektor industri mulai dari pertanian, otomotif, kendaraan listrik, dirgantara, konstruksi, hingga elektronik dan penyimpanan energi dengan pendapatan mencapai lebih dari USD 5,4 miliar pada tahun 2024.
Sebagai produsen lithium global terkemuka, posisi perusahaan ini berada di jajaran atas produsen penghasil lithium dunia bersama beberapa raksasa tambang lainnya. Operasional bisnis mereka mencakup pengembangan teknologi kimia tahan api, katalis kilang minyak, hingga bahan kimia khusus untuk industri farmasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejarah perusahaan bermula pada Februari 1994 ketika Ethyl Corporation menyelesaikan pemisahan bisnis kimianya untuk membentuk entitas mandiri bernama Albemarle Corporation. Sepanjang perjalanan bisnisnya, perusahaan melakukan berbagai ekspansi strategis, termasuk akuisisi Rockwood Holdings senilai USD 6,2 miliar pada tahun 2015.
Operasional penambangan lithium milik perusahaan di Salar de Atacama, Cile, memanfaatkan metode ekstraksi brine dengan memompa dan menguapkan air kaya mineral tersebut. Proses kimia lanjutan kemudian dilakukan di fasilitas pabrik yang berlokasi di Antofagasta untuk menghasilkan lithium karbonat dan klorida berkualitas tinggi.
Dampak Lingkungan dan Tantangan Sosial Operasional
Aktivitas ekstraksi lithium di wilayah Salar de Atacama memicu berbagai isu lingkungan krusial di tengah ekosistem gurun yang gersang. Tingkat curah hujan yang sangat rendah di kawasan tersebut membuat proses ekstraksi air berpotensi mengancam kelestarian habitat flora dan fauna lokal.
Penurunan cadangan air akibat kegiatan penambangan berdampak langsung pada degradasi vegetasi permukaan serta penurunan tingkat kelembapan tanah di sekitar area operasional. Kondisi ini turut memengaruhi satwa liar endemik, termasuk populasi burung flamingo dan berbagai spesies hewan migrasi lainnya.
Masyarakat lokal di sekitar wilayah penambangan menghadapi tantangan berat akibat berkurangnya pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian warga bahkan mengibarkan bendera hitam sebagai simbol protes dan duka atas perubahan lingkungan yang terjadi tanpa persetujuan komunitas.
Kegagalan panen dan penurunan kesehatan hewan ternak menjadi masalah nyata yang dialami oleh para petani subsider akibat krisis air di kawasan tersebut. Hal ini memicu perhatian global mengenai pentingnya praktik pertambangan berkelanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan.