Genuine Parts Company atau GPC merupakan perusahaan distributor suku cadang otomotif dan industri asal Amerika Serikat yang berbasis di Atlanta, Georgia. Didirikan oleh dua bersaudara Carlyle dan Malcolm Fraser pada tahun 1928, perusahaan ini kini mempekerjakan sekitar 60.000 orang secara global.
Jaringan operasional GPC tidak hanya mencakup Amerika Serikat saja, tetapi telah merambah ke berbagai negara di dunia. Wilayah operasinya meliputi Australasia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Meksiko, Belanda, Polandia, hingga Britania Raya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePortofolio bisnis utama perusahaan ini ditopang oleh dua segmen besar yang sangat ikonik di pasaran. Segmen tersebut adalah distributor suku cadang industri Motion serta merek ritel suku cadang otomotif NAPA Auto Parts.
Di bawah kepemimpinan William P. Stengel II sebagai presiden sekaligus Chief Executive Officer, perusahaan terus memperluas jangkauan bisnisnya. GPC secara konsisten melakukan berbagai akuisisi strategis untuk memperkuat posisi di pasar global.
Perkembangan Bisnis dan Jaringan Global GPC
Perjalanan ekspansi Genuine Parts Company ditandai dengan langkah-langkah korporasi besar dalam mengakuisisi sejumlah perusahaan lain. Salah satu tonggak sejarah pentingnya terjadi pada tahun 1976 ketika GPC resmi mengakuisisi distributor industri Motion.
Selain Motion, merek andalan mereka yaitu NAPA Auto Parts telah beroperasi luas dengan ribuan toko di kawasan Amerika Utara. Sebagian besar toko NAPA dikelola secara independen sementara sisanya dimiliki langsung oleh perusahaan.
Dalam perkembangannya, GPC juga memperluas sayap internasional melalui akuisisi UAP Inc di Kanada pada tahun 1998 serta pemasok suku cadang asal Australia Exego Group pada tahun 2013. Aksi korporasi ini terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya demi memperkokoh dominasi pasar.
GPC juga sempat memiliki divisi perlengkapan kantor S.P. Richards sebelum akhirnya resmi melepas seluruh aset perkantoran tersebut pada tahun 2020. Langkah ini membuat perusahaan fokus sepenuhnya pada bisnis inti di bidang otomotif dan industri.