Alejandro Scopelli Casanova merupakan mantan pemain dan pelatih sepak bola profesional berkebangsaan Argentina-Italia yang lahir di La Plata pada 12 Mei 1908. Semasa aktif sebagai penyerang, ia memperkuat tim nasional Argentina dan tampil pada ajang bersejarah Piala Dunia edisi perdana tahun 1930.
Karier profesionalnya bermula di klub Argentina, Estudiantes de La Plata, di mana ia menjadi bagian dari skuad legendaris berjuluk Los Profesores. Ketajamannya teruji pada musim 1931 ketika ia sukses mencetak 31 gol, meski harus puas berada di bawah rekan setimnya, Alberto Zozaya, dalam perburuan sepatu emas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLangkah perantauannya berlanjut ke daratan Eropa pada tahun 1933 ketika ia bergabung dengan AS Roma di Italia. Selama berkarier di klub ibu kota Italia tersebut, ia memperoleh kewarganegaraan Italia sebagai oriundo dan sempat memperkuat tim nasional Italia dalam satu kesempatan pertandingan internasional.
Petualangan sepak bolanya tidak berhenti di Italia saja, karena ia kemudian melanglang buana membela sejumlah klub elite lintas negara. Ia tercatat pernah memperkuat Racing Club de Avellaneda, Red Star Paris di Prancis, klub Portugal Belenenses dan Benfica, hingga menutup karier bermainnya di Universidad de Chile.
Transformasi Menjadi Pelatih Sukses di Berbagai Klub Dunia
Setelah memutuskan gantung sepatu, Alejandro Scopelli beralih profesi menjadi pelatih dan menakhodai berbagai klub top di benua Eropa dan Amerika Latin. Reputasinya sebagai juru taktik diakui ketika ia memimpin klub Portugal Sporting CP dalam pertandingan inaugural Piala Eropa pada tanggal 4 September 1955.
Karier kepelatihannya di Spanyol mencakup masa bakti di klub-klub kenamaan seperti Valencia CF dan Deportivo de La Coruna. Selain itu, ia juga sukses membesut sejumlah klub besar Portugal termasuk Belenenses, Sporting CP, serta FC Porto.
Pengalaman internasionalnya semakin lengkap ketika ia dipercaya untuk menangani tim nasional dari tiga negara berbeda, yakni Chile, Portugal, dan Mexico. Sentuhan taktiknya membawa pengaruh besar bagi perkembangan sepak bola di berbagai belahan dunia tempat ia bekerja.
Sang legenda bola lintas negara tersebut akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di Mexico City pada tanggal 22 Oktober 1987 dalam usia 79 tahun. Warisan kontribusinya sebagai pemain dan pelatih tetap dikenang dalam sejarah sepak bola internasional.