Kabupaten Kediri merupakan salah satu wilayah administratif di Provinsi Jawa Timur yang memiliki luas mencapai 1.523,92 km2 dengan populasi penduduk sebanyak 1.688.468 jiwa pada pertengahan tahun 2024. Wilayah yang dikenal dengan julukan Bumi Panji ini secara geografis berbatasan dengan sejumlah daerah, seperti Nganjuk, Jombang, Malang, Blitar, serta Tulungagung, dan mengelilingi Kota Kediri sebagai enklave.
Pemerintahan kabupaten ini dipimpin oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana yang didampingi Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa sejak dilantik pada 26 Februari 2021. Pusat pemerintahan kini secara sah berada di Kecamatan Ngasem dan diberi nama Pamenang, sebuah langkah strategis untuk memperkuat identitas serta sejarah kejayaan masa lalu.
Penamaan Pamenang sendiri memiliki makna filosofis yang mendalam, yakni kemenangan, merujuk pada ibu kota Kerajaan Kediri di era Jayabaya. Pengambilan keputusan ini dilakukan setelah melalui kajian panjang yang melibatkan akademisi, sejarawan, serta budayawan untuk menghormati akar sejarah daerah tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSecara topografi, wilayah ini terbagi oleh Sungai Brantas yang membentang di tengah kabupaten. Bagian barat sungai didominasi oleh dataran tinggi dan rendah di kaki Gunung Wilis, sementara bagian timur didominasi dataran rendah hingga kawasan kaki Gunung Kelud dan Gunung Argowayang yang subur.
Dinamika Ekonomi dan Keberagaman Penduduk
Sektor pertanian menjadi fondasi utama perekonomian masyarakat Kabupaten Kediri, dengan komoditas unggulan padi yang tersebar di hampir seluruh kecamatan. Selain padi, wilayah ini juga aktif mengolah komoditas jagung, berbagai jenis sayuran, hingga buah-buahan yang disesuaikan dengan kondisi geografis di masing-masing kecamatan.
Keberagaman demografis di Kabupaten Kediri tercermin dari komposisi penganut agama yang didominasi oleh Islam sebesar 97,28%, diikuti oleh pemeluk Kristen Protestan dan Katolik, serta penganut Hindu dan Buddha. Kerukunan antarumat beragama menjadi modal sosial penting dalam menjaga stabilitas daerah.
Selain pertanian, pengembangan sektor pariwisata dan infrastruktur terus menjadi perhatian pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Dukungan fasilitas pendidikan dan aksesibilitas stasiun kereta api yang masih beroperasi turut memperlancar mobilitas penduduk dalam mendukung roda ekonomi.
Pemerintah terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan publik terbaik sesuai dengan moto daerah, yakni "Canda bhirawa" yang berarti diikat dengan rasa persatuan suci dan tulus ikhlas. Semangat inilah yang terus dijaga untuk membawa Kabupaten Kediri menuju masa depan yang lebih cerah dan berbudaya.