Kabupaten Banjar menjadi salah satu wilayah otonom di Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki sejarah panjang dalam sistem pemerintahan lokal di Indonesia. Berdasarkan catatan administrasi, wilayah ini berpusat di Kecamatan Martapura dan memegang peranan penting dalam percaturan budaya serta sosial di pulau Kalimantan.
Berdasarkan data kependudukan terbaru, kabupaten ini mencatatkan jumlah penduduk sebanyak 595.717 jiwa dengan tingkat kepadatan yang terus berkembang. Wilayah seluas 4.688,00 km² ini juga masuk dalam kawasan strategis metropolitan Banjar Bakula yang menghubungkan berbagai simpul ekonomi penting.
Secara historis, akar pemerintahan di daerah ini telah terbentuk sejak era Kesultanan Banjar sebelum akhirnya mengalami penyesuaian administratif di masa kolonial hingga terbentuk secara resmi melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMasyarakat setempat sebagian besar berasal dari Suku Banjar dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman. Hal ini membuat kawasan Martapura dijuluki sebagai Serambi Mekkah berkat banyaknya pondok pesantren serta kegiatan keagamaan berskala besar.
Pemerintahan dan Potensi Ekonomi Kabupaten Banjar
Dalam roda kepemimpinan saat ini, Kabupaten Banjar dikomandoi oleh Bupati Saidi Mansyur bersama Wakil Bupati Said Idrus Al Habsyi yang memegang masa jabatan periode 2025-2030 setelah dilantik langsung di Istana Negara Jakarta.
Wilayah administratif kabupaten ini terbilang luas dan kompleks, mencakup 20 kecamatan, 13 kelurahan, serta 277 desa yang tersebar dari dataran rendah hingga kawasan perbukitan.
Dari sektor perekonomian, sebagian besar penduduknya mengandalkan mata pencaharian di bidang pertanian, perkebunan karet, serta komoditas unggulan seperti jeruk dari kawasan Astambul. Selain itu, sektor pertambangan batu bara yang dikelola oleh sejumlah perusahaan turut memberikan kontribusi besar bagi pendapatan daerah.
Keberagaman suku bangsa dan kerukunan antarumat beragama yang terjalin harmonis turut memperkuat identitas Kabupaten Banjar sebagai salah satu daerah penyangga utama di Kalimantan Selatan yang terus berbenah menuju kemajuan.