Kabupaten Lima Puluh Kota terletak di bagian timur Provinsi Sumatera Barat, dengan pusat pemerintahan berada di Nagari Sarilamak. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.354,30 km2 dengan jumlah penduduk mencapai 396.427 jiwa berdasarkan data tahun 2023.
Secara administratif, wilayah ini terbagi menjadi 13 kecamatan dan 79 nagari. Kabupaten yang berjarak sekitar 124 km dari Kota Padang ini memiliki kepadatan penduduk sebesar 121 jiwa per km2 dengan laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,21 persen per tahun.
Pertumbuhan ekonomi daerah ini tercatat cukup progresif dengan angka mencapai 4,55 persen pada 2023. Sektor pertanian menjadi penyumbang kontribusi terbesar terhadap PDRB sebesar 31,08 persen, disusul oleh sektor perdagangan serta sektor transportasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKehidupan masyarakat di wilayah ini didominasi oleh pemeluk agama Islam sebesar 99,74 persen. Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja tercatat di angka 72,63 persen dengan tingkat pengangguran terbuka yang berada di posisi 3,95 persen.
Potensi Wisata dan Sejarah Megalitikum
Kabupaten Lima Puluh Kota menyimpan kekayaan sejarah masa lampau, khususnya peninggalan budaya megalitikum. Di pelosok Desa Mahat, Kecamatan Bukik Barisan, ditemukan banyak kumpulan batu menhir yang menjadi daya tarik wisata sejarah sejak tahun 1981.
Kawasan wisata alam menjadi salah satu keunggulan daerah ini, dengan ikon utama yaitu Lembah Harau yang memiliki panorama tebing curam. Selain itu, terdapat berbagai objek wisata lain seperti Padang Mangateh serta beragam air terjun, termasuk Sarasah Bunta dan Sarasah Murai.
Identitas daerah ini tertuang dalam lambang yang melambangkan semangat agraris dan budaya musyawarah masyarakatnya. Angka 50 pada lambang tersebut merujuk pada sejarah asal-usul penamaan Luhak Limo Puluah yang kini berkembang menjadi Kabupaten Lima Puluh Kota.
Pemerintah daerah saat ini terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai. Hingga tahun 2023, tersedia 1 RSUD, 35 unit Puskesmas, serta 572 Posyandu yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan untuk melayani kebutuhan kesehatan warga.