Profil The Economist mencakup perjalanan panjang sebagai majalah berita dan urusan terkini terkemuka asal Inggris yang diterbitkan dalam format majalah cetak mingguan serta platform digital harian. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, publikasi ini secara unik menyebut dirinya sebagai surat kabar meskipun banyak pihak menganggapnya sebagai majalah dengan cakupan ekonomi, bisnis, geopolitik, teknologi, dan budaya.
Didirikan pada tahun 1843 oleh ekonom Skotlandia James Wilson, The Economist awalnya bersirkulasi untuk menghimpun dukungan terhadap penghapusan Corn Laws yang merupakan sistem tarif impor di Inggris. Seiring berjalannya waktu, jangkauan pemberitaan surat kabar ini semakin berkembang luas ke ranah ekonomi politik, keuangan, perdagangan, serta urusan politik global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis Kabayan News, sikap editorial The Economist berpusat pada liberalisme klasik, sosial, dan ekonomi dengan dukungan kuat terhadap pasar bebas, perdagangan bebas, deregulasi, serta globalisasi. Ciri khas lain dari publikasi ini adalah penggunaan tulisan anonim tanpa byline agar majalah dapat berbicara menggunakan satu suara kolektif dari para jurnalisnya.
Sepanjang sejarah operasionalnya, kepemilikan The Economist mengalami beberapa perubahan penting termasuk pelepasan saham oleh Pearson plc pada Agustus 2015 kepada keluarga Agnelli melalui Exor serta pembelian saham oleh investor Kanada Stephen J.R. Smith. Hingga kini, kantor pusat editorial utama tetap berada di London dengan dukungan kantor operasional penting di berbagai kota besar Amerika Serikat.