Saham SpaceX jatuh usai laporan keuangan kuartalan pertama milik perusahaan dirilis ke publik dan memuat rencana belanja jumbo pada sektor kecerdasan buatan.
Berdasarkan laporan finansial tersebut, pengeluaran perusahaan melonjak tajam hingga mencapai angka 18,3 miliar dolar Amerika Serikat akibat ekspansi masif infrastruktur kecerdasan buatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut pengamatan redaksi Kabayan News, lonjakan biaya operasional ini sempat membuat para investor merasa cemas meskipun pendapatan perusahaan roket itu berhasil naik dua kali lipat.
Sebagaimana dilaporkan oleh para pengamat pasar, penurunan nilai saham tersebut mencerminkan kekhawatiran investor terhadap strategi bisnis jangka pendek Elon Musk.
Mengutip keterangan resmi perusahaan, Elon Musk menegaskan bahwa dirinya tetap optimistis dengan langkah besar membangun pusat data meskipun harus menanggung kerugian bersih sementara.
Dari analisis awak media Kabayan News, masa depan SpaceX kini sangat bergantung pada kemampuan mereka menyeimbangkan ambisi teknologi kecerdasan buatan dengan bisnis satelit Starlink.