Perusahaan energi asal Uni Emirat Arab ADNOC tetap melakukan pemuatan liquefied natural gas di Teluk Persia meski ketegangan meningkat pasca bentrokan antara Amerika Serikat dan Iran. Berdasarkan data citra satelit terbaru, aktivitas pengapalan energi ini terus berlanjut demi menjaga pasokan pasar global.
Data satelit menunjukkan satu kapal tanker berada di terminal ekspor Das Island pada 2 September, sementara satu kapal lainnya terpantau di sekitar area terminal tersebut. Kedua kapal tersebut dilaporkan beroperasi dalam mode gelap dengan mematikan transponder guna menghindari deteksi pihak luar.
Taktik mematikan transponder ini sebelumnya juga kerap digunakan oleh sejumlah kapal tanker minyak untuk mengamankan jalur pelayaran di kawasan rawan konflik. Langkah tersebut membantu perusahaan energi dalam mengeluarkan muatan gas alam cair dari Teluk Persia di tengah penutupan jalur utama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeUni Emirat Arab juga mengandalkan metode transfer kapal ke kapal di luar Selat Hormuz untuk mengamankan distribusi ekspor. Data menunjukkan tiga pengangkut LNG dari Qatar dan Uni Emirat Arab telah memindahkan muatannya ke kapal lain di luar selat tersebut dalam sebulan terakhir.
Strategi ADNOC Bangun Jalur Pipa Baru Hindari Hormuz
Selain mengandalkan kapal tanker tanpa transponder, ADNOC mempercepat proyek pembangunan pipa minyak baru menuju Fujairah untuk menggandakan kapasitas ekspor di luar Selat Hormuz. Proyek infrastruktur strategis ini ditargetkan rampung pada tahun depan guna mengantisipasi gangguan pasokan energi jangka panjang.
Raksasa energi tersebut sebelumnya telah memperingatkan bahwa dampak konflik terhadap pasokan energi global berpotensi berlangsung hingga 2027. Kekhawatiran ini mendorong berbagai perusahaan energi untuk mencari rute alternatif demi menghindari risiko geopolitik di kawasan Teluk.
Arus pengiriman energi dari kawasan Teluk Persia dilaporkan hampir membeku akibat ketegangan militer yang terus berlanjut dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, upaya mitigasi seperti pengalihan rute dan transfer muatan terus dioptimalkan oleh negara-negara produsen.
Pemerintah Uni Emirat Arab terus berupaya menjaga stabilitas pasokan komoditas dunia di tengah tekanan krisis geopolitik yang melanda kawasan Timur Tengah. Berbagai langkah taktis diterapkan agar distribusi bahan bakar dan gas tetap menjangkau pasar internasional secara berkelanjutan.