Kementerian Luar Negeri Iran melayangkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa menyusul agresi militer baru yang dilancarkan oleh Amerika Serikat di wilayah kedaulatan mereka pada Senin.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut militer Amerika Serikat menyerang bagian dari Larak Island pada Minggu malam, 30 Agustus, yang mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan properti publik dan privat.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Angkatan Bersenjata Iran menjalankan hak bela diri dengan meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal ke arah pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania yang menjadi titik dukung agresi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePemerintah Iran menegaskan bahwa tindakan militer Amerika Serikat merupakan pelanggaran nyata terhadap paragraf 4 Pasal 2 Piagam PBB serta mendesak Dewan Keamanan untuk meminta pertanggungjawaban pihak agresor.
Respons Tegas IRGC Lewat Serangan Gabungan
Kemenlu Iran juga menyoroti bahwa satu-satunya faktor utama penyebab ketidakamanan di kawasan Teluk Persia dan jalur pelayaran Selat Hormuz adalah tindakan ilegal serta agresif dari Amerika Serikat.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan pasukan dirgantara mereka telah melaksanakan operasi gabungan rudal dan drone yang menyasar fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania.
Serangan balasan tersebut secara spesifik menargetkan infrastruktur teknis dan pemeliharaan di pangkalan udara King Hussein dan Al-Azraq sebagai bentuk pembalasan atas serangan di Larak Island.
IRGC mengonfirmasi bahwa operasi militer tersebut menimbulkan kerusakan signifikan pada fasilitas militer lawan serta memperingatkan bahwa setiap agresi lanjutan akan dibalas secara telak.
Konflik yang terus memanas ini berakar dari rangkaian ketegangan yang dimulai sejak 28 Februari, termasuk blokade maritim dan berbagai langkah intervensi asing di koridor strategis Selat Hormuz.