Aplikasi nudify berbasis kecerdasan buatan kini mengancam keamanan foto anak sekolah karena kemampuannya dalam memanipulasi gambar pakaian biasa menjadi konten pornografi secara instan. Riset dari organisasi advokasi Common Sense Media menunjukkan bahwa sekitar separuh remaja di Amerika Serikat mengaku pernah melihat pornografi hasil ciptaan kecerdasan buatan.
Berdasarkan investigasi CBS News, puluhan aplikasi berbahaya ini sempat ditemukan beredar luas di Google Play Store dan Apple App Store. Dari uji coba terhadap 70 aplikasi penyunting foto, sebanyak 19 di antaranya terbukti mampu mengubah foto orang berpakaian lengkap menjadi gambar eksplisit dalam waktu kurang dari 30 detik.
Menanggapi temuan tersebut, pihak Google dan Apple langsung mengambil langkah tegas dengan menarik serta menghapus ratusan aplikasi bermasalah dari platform mereka. Kedua raksasa teknologi ini menegaskan bahwa kebijakan internal mereka melarang keras peredaran konten seksual eksplisit maupun pornografi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari analisis Kabayan News, ancaman kejahatan digital ini tidak hanya melibatkan orang asing, tetapi juga kerap dilakukan oleh sesama rekan sekolah korban. Oleh karena itu, para ahli perlindungan anak mengimbau orang tua serta pihak sekolah agar meningkatkan pengawasan dan komunikasi terbuka terkait penggunaan teknologi digital.