Angkatan Laut AS resmi memberikan kontrak fantastis senilai 22,9 miliar dolar AS kepada Raytheon, sebuah unit usaha RTX, untuk mempercepat produksi rudal jelajah Tomahawk pada Senin, 17 Agustus 2026. Langkah strategis ini diambil Pentagon guna memperluas kapasitas amunisi nasional serta mengisi kembali persediaan senjata jarak jauh yang menipis akibat eskalasi konflik di Selat Hormuz.
Kontrak jumbo tersebut dirancang untuk memberikan stabilitas finansial bagi RTX dalam memperluas tenaga kerja, meningkatkan kapasitas manufaktur, serta memperkuat rantai pasok. Melalui percepatan produksi ini, militer AS berharap dapat memastikan pasokan senjata strategis bagi pasukan di lapangan terpenuhi dengan cepat dan efisien.
Under Secretary of War for Acquisition and Sustainment Michael Duffey menyatakan bahwa industri pertahanan telah merespons panggilan departemen untuk memperluas produksi amunisi secara masif. Peningkatan ini diyakini mampu membekali Joint Force dengan daya gempur maksimal dalam menghadapi berbagai ancaman global yang kian meningkat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, Presiden Donald Trump menepis kekhawatiran publik mengenai potensi kelangkaan senjata akibat konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Dalam wawancara eksklusif bersama Fox News, Trump menegaskan bahwa persediaan persenjataan kelas menengah militer AS saat ini masih berada dalam jumlah yang sangat aman.
Pentagon Genjot Industri Pertahanan Hadapi Ketegangan Global
Penjabat Menteri Angkatan Laut Hung Cao menegaskan bahwa investasi senilai 22,9 miliar dolar AS ini menjadi prioritas utama demi menjamin keamanan nasional dan kemampuan deterensi militer di kawasan strategis. Pengadaan skala besar ini juga sejalan dengan Acquisition Transformation Strategy yang digagas Departemen Pertahanan untuk memangkas waktu tunggu pengadaan senjata.
Rudal Tomahawk sendiri dikenal sebagai salah satu senjata serang jarak jauh andalan militer AS yang mampu diluncurkan dari kapal perang maupun kapal selam dari jarak ratusan mil. Dengan dukungan penuh dari Pentagon, industri pertahanan dituntut untuk terus menggenjot kapasitas produksi demi mengantisipasi dinamika geopolitik di berbagai kawasan.
Peningkatan produksi amunisi ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pentagon dalam memperkuat basis industri pertahanan domestik. Pemerintah AS berkomitmen untuk memanfaatkan seluruh instrumen yang tersedia guna memastikan kesiapan tempur pasukan dalam menghadapi berbagai skenario ancaman di masa depan.
Kebijakan pengadaan masif ini diharapkan mampu memberikan keunggulan taktis bagi militer AS di kancah internasional tanpa mengorbankan stabilitas pasokan domestik. Portfolio Acquisition Executive Munitions terus berkoordinasi secara intensif dengan industri terkait guna memastikan kelancaran distribusi persenjataan.