Aturan Making Tax Digital untuk Pajak Penghasilan (MTD IT) resmi mengubah cara sopir taksi mandiri dan pengemudi sewa privat di Inggris mengelola catatan keuangan mereka sejak April 2026.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, aturan baru tersebut menyasar wajib pajak dengan pendapatan kotor di atas £50.000, yang kemudian akan diperluas secara bertahap ke ambang batas lebih rendah pada tahun-tahun mendatang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMuncul kekhawatiran di kalangan pengemudi bahwa penerapan sistem digital ini mewajibkan mereka meninggalkan penggunaan spreadsheet konvensional dalam pencatatan pemasukan harian.
Mengutip laporan dari spesialis Making Tax Digital, TaxNav, kekhawatiran tersebut terbantah karena otoritas pajak HMRC tidak melarang penggunaan spreadsheet bagi para pengemudi taksi.
"Jika Anda sudah menggunakan spreadsheet untuk mencatat tarif, bahan bakar, asuransi, dan biaya bisnis lainnya, Anda dapat terus menggunakannya untuk MTD IT," jelas pihak TaxNav.
Kendati demikian, para sopir tetap wajib menggunakan perangkat lunak penghubung atau bridging software yang diakui HMRC guna menghubungkan data catatan spreadsheet dengan sistem digital perpajakan.
Dengan adanya opsi ini, pengemudi taksi dapat mempertahankan kebiasaan lama pembukuan mereka tanpa harus beralih sepenuhnya ke platform akuntansi baru yang rumit.