Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menolak peta jalan Board of Peace berisi 15 poin untuk melucuti senjata Hamas di Gaza. Kendati penolakan tersebut disampaikan secara tegas dalam rapat kabinet, pengamatan Kabayan News menunjukkan langkah politik tersebut dinilai bukan akhir dari segalanya dalam dinamika konflik Timur Tengah.
Gedung Putih dilaporkan tidak merasa terganggu dengan penolakan keras yang disuarakan oleh pemimpin Israel itu. Berdasarkan laporan media lokal, pejabat tinggi Amerika Serikat memandang pernyataan tersebut murni sebagai strategi kampanye menjelang pemilihan umum Israel yang bakal digelar pada Oktober mendatang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kami memahami kebutuhan politik Bibi," demikian pernyataan seorang pejabat senior AS dikutip dari laporan jurnalis Israel Barak Ravid, merujuk pada sapaan akrab sang perdana Menteri. Pejabat tersebut menambahkan bahwa Washington tidak mempermasalahkan retorika itu selama Israel tetap mematuhi permintaan untuk meredam serangan di Jalur Gaza.
Indikasi kelanjutan rencana damai terlihat dari persiapan pembangunan pangkalan International Stabilization Force di reruntuhan Rafah pada akhir bulan ini. Berdasarkan laporan Kan News, pasukan multinasional tersebut nantinya akan bekerja sama dengan kepolisian Palestina yang baru untuk mengamankan wilayah kantong tersebut.
Di sisi lain, tekanan domestik di Israel masih sangat tinggi mengingat trauma mendalam akibat serangan 7 Oktober 2023 silam. Sejumlah politisi oposisi serta komentator politik menyatakan keraguan besar apakah kelompok Hamas benar-benar akan menyerahkan seluruh senjata berat maupun ringan mereka secara sukarela.
Sementara itu, pihak Board of Peace melalui Komisaris Tinggi untuk Gaza, Nickolay Mladenov menegaskan bahwa kesepakatan damai ini menggunakan pendekatan verifikasi ketat dan bertahap. Hingga kini, komunikasi intensif antara pemerintah Amerika Serikat dan Israel terus berjalan di tengah desakan agar proses rekonstruksi Gaza dapat segera dimulai.