Biografi Joe Hin Tjio ilmuwan genetika kelahiran Pekalongan ini mengisahkan perjalanan hidup seorang tokoh besar yang berhasil merevolusi dunia medis dunia lewat penemuan penting terkait kromosom manusia. Lahir pada tanggal 2 November 1919 di tengah keluarga Tionghoa masa kolonial Hindia Belanda, ia menghabiskan masa kecilnya dengan membantu sang ayah sebelum akhirnya menempuh pendidikan pertanian di Bogor.
Berdasarkan penelusuran awak media, masa muda Tjio diwarnai perjuangan berat ketika dirinya dipenjara selama tiga tahun di kamp konsentrasi oleh kolonial Jepang selama Perang Dunia II. Setelah perang usai, ia berlayar ke Eropa menggunakan perahu Palang Merah untuk melanjutkan dedikasinya di bidang pemuliaan tanaman dan penelitian sitogenetika.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengamatan tim redaksi menunjukkan titik balik karier ilmiahnya terjadi di Universitas Lund, Swedia, tempat ia bekerja sama dengan Albert Levan hingga akhirnya berhasil menemukan bahwa kromosom manusia berjumlah 46 buah atau 23 pasang pada tahun 1955. Temuan fenomenal tersebut mematahkan teori lama yang bertahan selama puluhan tahun dan sekaligus meletakkan fondasi penting bagi perkembangan ilmu genetika modern.
Menghabiskan dekade terakhir kariernya di Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat hingga akhir hayatnya pada 27 November 2001, dedikasi luar biasa ilmuwan asal Indonesia ini diabadikan melalui berbagai penghargaan internasional bergengsi berkat kontribusinya bagi dunia kedokteran.