China menggelar latihan militer di Laut China Selatan yang semakin mendekati perairan Indonesia setelah Beijing meningkatkan aktivitas militernya di dekat wilayah sengketa tersebut. Latihan angkatan laut dan udara yang melibatkan koordinasi taktis tingkat tinggi ini terpantau di sekitar Scarborough Shoal pada akhir pekan lalu.
Berdasarkan laporan dari media pemerintah setempat, agenda unjuk kekuatan ini dirancang khusus untuk menguji kemampuan operasional gabungan. Pasukan militer diuji dalam hal koordinasi operasi udara dan laut serta kecepatan mobilisasi bala bantuan dalam situasi darurat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeEskalasi aktivitas militer ini terjadi tidak lama setelah Filipina mengambil langkah diplomatik tegas dengan mengajukan permohonan resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Manila meminta perluasan hak atas dasar laut yang mencakup kawasan Panatag Shoal.
Di sisi lain, Beijing secara terbuka mengecam dan menilai langkah diplomasi tersebut sebagai tindakan yang tidak sah serta melanggar kedaulatan maritim mereka. Ketegangan geopolitik di kawasan strategis ini pun dikhawatirkan dapat berdampak langsung pada stabilitas keamanan regional di dekat batas teritorial Indonesia.
Ketegangan Meningkat di Scarborough Shoal
Ketegangan di Laut China Selatan semakin memanas menyusul serangkaian insiden bentrokan fisik yang melibatkan aparat penjaga pantai kedua negara yang bersaing ketat. Otoritas keamanan China dilaporkan merilis aturan ketat baru terkait cagar alam di sekitar wilayah sengketa tersebut.
Peraturan baru yang diberlakukan secara sepihak itu melarang keras segala bentuk aktivitas penangkapan ikan komersial, penambangan, hingga pengambilan terumbu karang tanpa izin resmi. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya memperkuat cemplungan kendali administratif di atas perairan yang disengketakan.
Sebelumnya, insiden kekerasan juga dilaporkan terjadi di Second Thomas Shoal ketika aparat penjaga pantai terlibat konfrontasi langsung dengan personel militer Filipina di lapangan. Seorang prajurit dilaporkan mengalami luka-luka akibat tindakan represif saat menjalankan tugas pengawasan maritim.
Situasi keamanan kawasan perairan internasional ini terus dipantau secara seksama oleh negara-negara tetangga, termasuk Indonesia, guna mengantisipasi potensi instabilitas regional lebih lanjut. Perkembangan eskalasi militer ini menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh aktor kawasan Asia Tenggara.