Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Daftar 7 Aturan Alkohol Unik di...
INTERNASIONAL

Daftar 7 Aturan Alkohol Unik di Berbagai Negara Bagian AS

By Dewi Lestari 2 min read 16 Agustus 2026
Deretan minuman beralkohol di toko ritel Amerika Serikat

Deretan minuman beralkohol di toko ritel Amerika Serikat

Aturan pembelian minuman beralkohol di Amerika Serikat sering kali mengejutkan wisatawan karena setiap negara bagian memiliki regulasi unik yang berbeda satu sama lain.

Banyak pelancong tidak menyadari bahwa pembatasan jam operasional toko, izin penjualan khusus, hingga aturan wadah terbuka di kendaraan dapat berujung pada masalah.

Memahami hukum lokal sebelum memulai perjalanan antarnegaragian sangat penting guna menghindari kerepotan atau pelanggaran hukum yang tidak disengaja.

Mulai dari daerah kering di Arkansas hingga pembatasan khusus di Utah dan Texas, berikut adalah rangkuman aturan alkohol yang wajib diperhatikan para pelancong.

Variasi Regulasi Unik Alkohol dari Arkansas hingga Texas

Wilayah kering atau dry county di Arkansas ternyata masih memperbolehkan klub privat berizin untuk menyajikan minuman beralkohol kepada anggota dan tamu mereka.

Sementara itu, Indiana memberlakukan jam penjualan carryout alkohol yang lebih singkat pada hari Minggu, yakni hanya pukul 12 siang hingga 8 malam.

Utah menerapkan sistem ketat di mana penjualan minuman berkuasa tinggi, anggur, dan minuman keras harus melalui toko resmi yang dikelola oleh negara.

New York memperbolehkan supermarket menjual bir dan sari buah, namun melarang penjualan anggur di rak yang sama serta memiliki perbedaan jam tutup bar antarwilayah.

Arizona melarang penyimpanan botol minuman terbuka di area penumpang kendaraan, sedangkan Texas membatasi pembelian bir bawa pulang dari pabrik maksimal 288 ons per hari.

Topics
aturan alkohol amerika serikat hukum pariwisata tips liburan travel regulasi internasional
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.