Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Donald Trump Bela Gianni Infantino,...
INTERNASIONAL

Donald Trump Bela Gianni Infantino, Sebut FIFA Buat Kesalahan Besar

By Dewi Lestari • 2 min read • 11 Agustus 2026
Gianni Infantino dan Donald Trump dalam acara resmi

Gianni Infantino dan Donald Trump dalam acara resmi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras bahwa FIFA bakal melakukan kesalahan fatal apabila mendepak Gianni Infantino dari posisi puncak organisasi sepak bola dunia tersebut. Berdasarkan laporan Sky Sports, dukungan terbuka ini disampaikan Trump melalui unggahan media sosial menyusul tekanan hebat yang menerpa sang Presiden FIFA.

Posisi Infantino berada di ujung tanduk setelah rencana kontroversial menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta memicu kemarahan publik dan konfederasi regional. Meskipun telah melontarkan permohonan maaf, gelombang kritik dari UEFA, CONCACAF, hingga AFC tetap mengalir deras akibat dugaan pelanggaran kepercayaan.

Mengutip pernyataan resmi di platform Truth Social, Trump menilai pemecatan terhadap pemimpin asal Swiss tersebut merupakan langkah keliru yang merugikan masa depan turnamen global. "FIFA would be making a terrible mistake if, for any reason, they even considered replacing president Gianni Infantino," tulis sang Presiden AS menegaskan kinerja sukses turnamen sebelumnya.

Dari analisis Kabayan News, pembelaan terbuka dari pemimpin Gedung Putih ini menjadi amunisi politik penting bagi Infantino untuk mempertahankan kekuasaannya di tengah ancaman boikot dan mosi tidak percaya dari sejumlah asosiasi Eropa. Di sisi lain, FIFA sendiri mengecam keras berbagai tudingan miring termasuk laporan pembayaran kontroversial yang dinilai sebagai upaya sistematis melemahkan kepemimpinannya.

Topics
gianni infantino donald trump fifa world cup uefa sepak bola berita internasional
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.