Eksperimen bawah tanah LUX-ZEPLIN di Black Hills, South Dakota, melaporkan indikasi paling kuat mengenai keberadaan dark matter atau materi gelap setelah merekam interaksi partikel tunggal yang sulit dijelaskan menggunakan sinyal latar belakang materi normal.
Berdasarkan pengamatan tim peneliti, peristiwa tunggal tersebut belum memenuhi ambang batas statistik untuk diklaim sebagai penemuan resmi materi gelap, meskipun analisis mendalam terus dilakukan oleh para ilmuwan internasional.
"Dengan hanya satu peristiwa, kami tidak ingin mendahului keadaan dan tidak mengklaim telah melihat dark matter," ujar Rick Gaitskell selaku profesor di Brown University sekaligus juru bicara eksperimen dalam rilis resminya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMateri gelap sendiri merupakan zat tak terlihat yang menyusun sekitar 85 persen massa di alam semesta, namun para ilmuwan belum pernah mendeteksinya secara langsung selama hampir satu abad penelitian kosmologi.
Fasilitas detektor LUX-ZEPLIN beroperasi hampir 1 mil di dalam tanah pada Sanford Underground Research Facility di bekas tambang emas Homestake, Kota Lead, dan dikelola oleh Lawrence Berkeley National Laboratory milik Departemen Energi Amerika Serikat.
Penggunaan 10 metrik ton cairan xenon ultrapure dalam detektor tersebut dirancang khusus merekam kilatan cahaya dari endapan energi, sementara perlindungan lapisan batu setebal 1 mil meminimalkan gangguan dari partikel materi normal.