Maraknya kasus perundungan di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS kembali menjadi sorotan tajam publik setelah serangkaian tragedi pilu menimpa para dokter muda di tanah air.
Sebagaimana diwartakan oleh berbagai sumber media nasional, insiden memilukan mulai dari kasus di RSUP Dr. Kariadi Semarang hingga yang terbaru di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado memperlihatkan betapa rentannya peserta didik terhadap tekanan mental.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa salah satu akar permasalahan utama dari lingkaran setan ini adalah tradisi menahun di mana dokter residen senior bertindak sebagai pengajar utama bagi para junior.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip keterangan resmi Menteri Kesehatan, celah tersebut sering kali disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk melanggengkan budaya senioritas yang berujung pada tindakan perundungan struktural.
"Kalau kita di Indonesia tuh yang mengajar tuh biasanya bukan dosen, yang mengajar adalah kakak kelas (senior), makanya terjadi bullying-bullying itu ya begitu," ujar Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan.
Berdasarkan laporan yang sama, kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan jumlah tenaga pengajar resmi di rumah sakit pendidikan, memaksa para dosen profesional membagi waktu dengan praktik di tempat lain.
Guna memutus rantai kelam tersebut secara permanen, Kementerian Kesehatan mengambil langkah strategis dengan mengadopsi standar pendidikan kedokteran Accreditation Council for Graduate Medical Education atau ACGME dari Amerika Serikat.
Pemilihan standar dari Negeri Paman Sam ini didasarkan pada rekam jejak panjang serta keterbukaan sistem yang telah terbukti sukses diterapkan di berbagai belahan dunia untuk menjaga kualitas serta keselamatan peserta didik.
Melalui penerapan standar internasional ACGME ini, pengajaran peserta PPDS nantinya wajib dilakukan langsung oleh konsulen atau Dokter Penanggung Jawab Pelayanan, sehingga ruang gerak senioritas terselubung dapat dihilangkan.