Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan bahwa negaranya akan menargetkan infrastruktur energi dan militer Iran jika Teheran berani melakukan serangan balasan. Ancaman keras ini disampaikan di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah pada Kamis, 3 September 2026.
"Ancaman serangan dari Iran akan membebaskan Israel dari batasan apa pun untuk menyerang balik," ujar Katz di hadapan pegawai Kementerian Pertahanan sebagaimana dilaporkan Reuters.
Katz menambahkan bahwa Israel siap mengerahkan kemampuan pertahanan maupun ofensif secara maksimal. Ia menyebut pihaknya akan melumpuhkan seluruh infrastruktur nasional militer dan sipil Iran, termasuk sektor energi, hingga membuat negara tersebut mundur jauh ke belakang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kami akan melumpuhkan infrastruktur energi Iran dan mengembalikan Iran jauh ke dalam Zaman Batu dan kegelapan," tegasnya.
Harga Minyak Dunia Melonjak Dekati USD 100 Per Barel
Lonjakan harga minyak mentah internasional mendekati USD 100 per barel terjadi setelah pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Harga minyak acuan global Brent naik sebesar 1,7% menjadi USD 97,25 per barel pada perdagangan Kamis.
Sementara itu, minyak mentah acuan Amerika Serikat West Texas Intermediate turut mengalami kenaikan sebesar 1,9% ke level USD 92,71 per barel. Peningkatan harga ini dipicu oleh kekhawatiran pasar bahwa eskalasi konflik dapat mengganggu suplai energi global secara signifikan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa kampanye pemboman militer negaranya diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Namun, situasi di lapangan menunjukkan bahwa ketegangan justru semakin meluas setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke Kuwait.
Dampak dari kenaikan harga minyak tersebut berpotensi menaikkan biaya bahan bakar minyak, solar, bahan bakar jet, serta produk turunan minyak bumi lainnya bagi para konsumen dan pelaku bisnis di Amerika Serikat.