Sebagaimana diwartakan oleh media internasional, kebijakan tarif baru yang diberlakukan oleh pemerintahan Donald Trump terhadap Brasil memberikan dampak signifikan bagi sektor perdagangan kedua negara. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Kementerian Pembangunan, Industri, Perdagangan, dan Layanan atau Mdic, nilai ekspor Brasil ke Amerika Serikat tercatat mengalami penurunan kumulatif sebesar 9,7 persen hingga periode Agustus.
Berdasarkan laporan tersebut, tekanan terhadap neraca perdagangan terasa semakin nyata setelah diterapkannya pajak impor sebesar 37,5 persen pada sebagian besar produk andalan Brasil. Kendati demikian, secara nilai nominal, pengiriman barang ke perekonomian terbesar dunia itu pada bulan Agustus tetap menyentuh angka 3,19 miliar dolar Amerika Serikat atau meningkat tipis dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, akumulasi nilai ekspor Brasil ke Amerika Serikat sejak bulan Januari hingga Agustus tahun ini tercatat berada di kisaran 24,10 miliar dolar Amerika Serikat, melemah dibandingkan pencapaian tahun lalu yang sempat menyentuh 26,70 miliar dolar Amerika Serikat. Penurunan ini menjadi indikator langsung atas ketatnya hambatan dagang baru yang digencarkan Washington.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, mengutip keterangan dari laporan media, kebijakan proteksionis tersebut mencakup dua lapisan tambahan yang mulai diberlakukan pada akhir bulan Juli lalu. Kebijakan pertama berupa pengenaan bea masuk sebesar 25 persen atas tuduhan praktik perdagangan yang tidak adil, ditambah tarif ekstra 12,5 persen dengan dalih penanganan isu ketenagakerjaan di rantai pasok.
Meskipun pasar Amerika Serikat mengalami kontraksi yang cukup dalam, kinerja perdagangan luar negeri Brasil secara keseluruhan tetap mencatatkan tren positif berkat diversifikasi pasar ke negara lain. Total ekspor nasional secara global justru dilaporkan mengalami pertumbuhan sebesar 10,3 persen dengan membukukan surplus perdagangan yang solid hingga puluhan miliar dolar Amerika Serikat.