Berdasarkan laporan media internasional, negosiasi alot antara Amerika Serikat dan Kanada untuk mencegah penerapan tarif impor tinggi akhirnya menemui jalan buntu. Perundingan yang diharapkan menjadi titik terang tersebut justru kandas di tengah jalan pada akhir pekan lalu.
Menurut Jamieson Greer selaku pihak perwakilan dagang Amerika Serikat, pihak Kanada secara mendadak meninggalkan meja perundingan. Padahal, kata dia, kesepakatan dagang komprehensif sudah berada di ambang pintu setelah dilakukan pembahasan intensif selama beberapa hari.
"Malam ini Kanada menolak untuk merampungkan kesepakatan dagang di bawah persyaratan yang sebelumnya telah disepakati bersama," ungkap Greer sebagaimana diwartakan oleh The New York Times.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, Perdana Menteri Kanada Mark Carney dengan tegas membantah klaim tersebut melalui pernyataan resmi di media sosial. Ia berbalik menuding bahwa pihak Washington memberikan tuntutan yang tidak masuk akal serta merugikan perekonomian negaranya.
"Persyaratan dari pihak Amerika tidak adil dan secara ekonomi tidak bertanggung jawab, serta jauh dari target yang kami tetapkan untuk kepentingan rakyat Kanada," ujar Carney menanggapi situasi panas tersebut.
Sebagai dampak dari kegagalan diplomasi ini, otoritas bea cukai Amerika Serikat dikabarkan telah mulai mengirimkan pemberitahuan kepada para importir. Kebijakan tarif impor agresif yang sempat diancamkan sebelumnya kini resmi mulai diterapkan pada berbagai produk unggulan asal negeri pecahan es tersebut.