Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Kecerdasan Buatan China Picu Perang...
INTERNASIONAL

Kecerdasan Buatan China Picu Perang Harga, OpenAI Hingga Anthropic Tertekan

By Dewi Lestari 2 min read 10 Agustus 2026
Ilustrasi teknologi kecerdasan buatan dan persaingan global

Ilustrasi teknologi kecerdasan buatan dan persaingan global

Perkembangan kecerdasan buatan asal China memicu persaingan harga yang semakin sengit di tingkat global, memaksa laboratorium teknologi Silicon Valley untuk memangkas tarif layanan guna mempertahankan pangsa pasar. Kehadiran teknologi efisien dan berkinerja tinggi dari negeri tirai bambu mengubah peta persaingan industri kecerdasan buatan secara drastis.

Berdasarkan analisis Kabayan News, gelombang inovasi ini tidak hanya menekan biaya operasional pengembang perangkat lunak, tetapi juga memaksa pemain utama seperti OpenAI dan Anthropic untuk menawarkan potongan harga besar-besaran pada model terbaru mereka demi mengejar profitabilitas.

Pembuat ChatGPT yakni OpenAI dilaporkan telah memangkas biaya hingga delapan puluh persen untuk model ringan terbaru mereka, sementara Anthropic merilis sistem baru dengan setengah harga dari performa maksimal sebelumnya. Sebagaimana dilaporkan AFP, tekanan dari korporasi China membuat raksasa teknologi Amerika Serikat harus memutar otak mencari cara mendulang keuntungan.

Fenomena persaingan harga tersebut turut dirasakan langsung oleh para pengembang di distrik teknologi Zhongguancun, Beijing, di mana sebuah kafe bertema kecerdasan buatan menyediakan akses DeepSeek gratis bagi para pelanggannya. Pengamat teknologi Jack Gold menyatakan bahwa tekanan dari korporasi enterprise untuk menekan biaya operasional menjadi pemicu utama pergeseran tren ini.

"Banyak hal dapat dikerjakan menggunakan model lama atau model yang lebih kecil, terutama saat kita memasuki dunia agen otonom," ujar analis teknologi Jack Gold sebagaimana dikutip dari laporan AFP.

Di sisi lain, dominasi model sumber terbuka atau open-source asal China seperti DeepSeek dan Qwen mempercepat penutupan celah performa dengan teknologi tertutup buatan Amerika Serikat. Tren penurunan harga layanan ini dinilai para pelaku industri sebagai katalis positif untuk mendorong ledakan aplikasi hilir di masa mendatang.

Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.