Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Kisah Ironis Influencer Pendukung...
INTERNASIONAL

Kisah Ironis Influencer Pendukung Trump, Rasakan Brutalnya ICE

By Nusman Rawayandi Hagimutar 1 min read 3 September 2026
Influencer Inggris Milo Yiannopoulos kecam kebrutalan ICE setelah dideportasi dari AS

Influencer Inggris Milo Yiannopoulos kecam kebrutalan ICE setelah dideportasi dari AS

Sebagaimana diwartakan oleh media Estadão, seorang influencer sayap kanan asal Inggris bernama Milo Yiannopoulos mendadak menjadi sorotan setelah mengeluhkan perlakuan kasar yang diterimanya dari pihak berwenang Amerika Serikat.

Dalam wawancaranya di program televisi Piers Morgan Uncensored, Milo mengaku baru menyadari sisi gelap dan institusionalisasi kekerasan fisik di Amerika setelah dirinya ditangkap dan dideportasi oleh Servicio de Inmigración y Fiscalización Aduanera dos Estados Unidos (ICE).

"Saya sungguh tidak mengerti realitas fisik mengenai betapa terlembaganya kebrutalan di Amerika," ungkap Milo menyesalkan kejadian yang menimpanya usai sebelumnya sempat menjadi pendukung garis keras kebijakan deportasi massal yang diusung oleh Donald Trump.

Lebih lanjut, ia menceritakan betapa mengerikannya prosedur penahanan yang ia alami, mulai dari penggunaan borgol kaki dan tangan yang dirantai secara ketat hingga proses pemindahan antar-pusat detensi tanpa informasi yang jelas.

Berdasarkan laporan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), penahanan tersebut dilakukan karena Milo dianggap melanggar batas waktu izin tinggal setelah masuk secara sah pada tahun 2019, meski sang influencer berkilah bahwa dirinya tidak pernah menerima surat panggilan sidang resmi dari pengadilan imigrasi.

Topics
internasional amerika serikat imigrasi donald trump inggris berita global
Koresponden Internasional

Nusman Rawayandi Hagimutar adalah koresponden yang meliput isu-isu internasional dan geopolitik. Dengan pengalaman meliput berbagai peristiwa global, ia menyajikan berita dunia dengan perspektif yang mendalam dan relevan bagi pembaca Indonesia.