Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Kota Wisata Cape May Terapkan Jam...
INTERNASIONAL

Kota Wisata Cape May Terapkan Jam Malam Remaja Cegah Kerusuhan

By Dewi Lestari 2 min read 16 Agustus 2026
Suasana kawasan pantai Cape May di New Jersey yang memberlakukan aturan jam malam

Suasana kawasan pantai Cape May di New Jersey yang memberlakukan aturan jam malam

Kota wisata pantai populer Cape May resmi memberlakukan aturan baru berupa jam malam ketat dan pelarangan tas punggung bagi anak di bawah umur demi mengatasi masalah konsumsi alkohol di kalangan remaja dan aksi perkelahian.

Dewan Kota Cape May menyetujui aturan yang melarang warga di bawah usia 18 tahun berada di area pantai setelah pukul 20.00 waktu setempat tanpa pendampingan orang dewasa.

Kepolisian setempat menegaskan bahwa larangan tersebut juga mencakup area publik lain mulai pukul 22.30 hingga 06.00 pagi guna menjaga ketertiban umum.

Kebijakan darurat itu diambil setelah sejumlah kota tetangga di kawasan Jersey Shore menghadapi masalah serupa akibat perkumpulan remaja berskala besar yang berujung pada tindakan kekacauan.

Wali Kota Cape May Sebut Langkah Pencegahan Kerusuhan Remaja

Wali Kota Cape May Zachary Mullock menyatakan bahwa langkah tersebut diambil agar kotanya tidak menjadi lokasi pesta liar yang kerap terjadi di wilayah pesisir lainnya.

Kebijakan ini mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan, termasuk wisatawan yang menilai aturan tersebut efektif memberikan rasa aman bagi keluarga.

Kepala Kepolisian Cape May Dekon Fashaw menambahkan bahwa aturan itu tidak bertujuan melarang kehadiran anak muda, melainkan mendorong mereka agar berperilaku lebih bertanggung jawab.

Pihak berwenang melaporkan bahwa penerapan aturan baru tersebut langsung memberikan dampak positif terhadap situasi keamanan di kawasan pesisir.

Topics
cape may jam malam remaja jersey shore new jersey kepolisian wisata pantai keamanan publik amerika serikat
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.