Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Mengenal Buddhisme Tibet, Tradisi...
INTERNASIONAL

Mengenal Buddhisme Tibet, Tradisi Spiritual Kawasan Himalaya

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Biara kuno di kawasan pegunungan Himalaya

Biara kuno di kawasan pegunungan Himalaya

Buddhisme Tibet dikenal sebagai bentuk Buddhisme yang dipraktikkan secara luas di Tibet dan Bhutan, sekaligus menjadi kepercayaan dominan di wilayah tersebut. Tradisi ini juga memiliki banyak pengikut di kawasan sekitar Himalaya seperti Ladakh, Sikkim, Arunachal Pradesh, sebagian besar Asia Tengah, Siberia Selatan, hingga Mongolia.

Perkembangan tradisi ini berakar dari Buddhisme Mahayana yang berasal dari tahap akhir Buddhisme India serta mencakup banyak elemen Vajrayana. Hal tersebut membuat tradisi ini melestarikan banyak praktik tantra Buddhis India dari periode pasca-Gupta berdampingan dengan perkembangan khas kebudayaan lokal.

Pada masa pra-modern, penyebaran ajaran ini ke luar wilayah asalnya dipengaruhi kuat oleh kekuasaan dinasti Yuan Mongol di bawah kepemimpinan Kubilai Khan. Sementara itu di era modern, diaspora Tibet turut membawa ajaran ini mendunia setelah Dalai Lama mengungsi ke India dan membangun kembali pusat-pusat kelembagaan penting.

Tujuan utama dari praktik spiritual dalam tradisi ini adalah pencapaian Kebuddhaan melalui penguasaan kitab suci berbahasa Tibet klasik. Di dalamnya terdapat berbagai metode latihan meditasi mendalam seperti yoga dewa, Enam Dharma Naropa, hingga praktik Dzogchen.

Empat Aliran Utama dan Karakteristik Buddhisme Tibet

Tibet

Tradisi Buddhisme Tibet memiliki empat aliran besar yang masing-masing berdiri sendiri dengan lembaga monastiknya. Keempat aliran utama tersebut meliputi Nyingma, Kagyu, Sakya, dan Gelug yang didirikan dalam rentang abad kedelapan hingga awal abad kelima belas masehi.

Selain empat aliran utama tersebut, terdapat pula sekolah kecil bernama Jonang serta gerakan non-sektarian bernama Rimé yang muncul pada abad kesembilan belas. Gerakan Rimé berupaya merangkul, melestarikan, dan memahami seluruh tradisi berbeda secara inklusif tanpa sekat.

Sebelum masuknya ajaran Buddha, tradisi spiritual yang dominan di kawasan tersebut adalah agama Bon. Seiring berjalannya waktu, tradisi Bon mengalami banyak persinggungan dan pengaruh yang cukup kuat dari Buddhisme Tibet, terutama pada aliran Nyingma.

Meskipun setiap sekolah memiliki pemimpin serta otonomi kelembagaan masing-masing, hubungan antaraliran terjalin sangat erat. Dialog serta kontak yang berkesinambungan terus dijaga untuk memperkuat harmoni di antara tradisi spiritual tersebut.

Topics
buddhisme tibet tibet mahayana vajrayana himalaya dalai lama mongolia aliran buddha sejarah bhutan
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.