Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Mobil Listrik Pertama Ferrari...
INTERNASIONAL

Mobil Listrik Pertama Ferrari Terjual Seharga Rp 630 Miliar

By Redaksi Kabayan News 3 min read 17 Agustus 2026
Ferrari Luce, mobil listrik pertama Ferrari yang terjual seharga USD 40 juta dalam lelang amal.

Ferrari Luce, mobil listrik pertama Ferrari yang terjual seharga USD 40 juta dalam lelang amal.

Ferrari Luce mencatatkan sejarah baru sebagai mobil listrik pertama Ferrari yang terjual dalam lelang amal senilai USD 40 juta atau sekitar Rp 630 miliar di California. Angka fantastis tersebut melampaui 35 kali lipat dari estimasi harga jual normal kendaraan mewah tersebut di ajang lelang RM Sotheby's.

Kendaraan revolusioner ini merupakan hasil kolaborasi dengan desainer legendaris di balik iPhone, Sir Jony Ive. Seluruh dana hasil penjualan akan disumbangkan sepenuhnya untuk mendukung program pendidikan yang dikelola oleh Ferrari Foundation.

Meskipun berhasil terjual dengan harga tinggi, pihak RM Sotheby's hingga kini belum mempublikasikan identitas pembeli unit khusus Ferrari Luce tersebut. Mobil ini tampil memukau dengan balutan warna putih unik, velg khusus, serta sistem pengereman yang telah disesuaikan secara personal.

Peluncuran Ferrari Luce pada Mei lalu sempat menuai kontroversi di kalangan pecinta otomotif global. Beberapa kritikus menilai desain mobil ini dianggap menyimpang dari identitas tradisional Ferrari karena mengusung teknologi bertenaga baterai serta memiliki kapasitas lima kursi.

Respons Pasar dan Kritikan Terhadap Ferrari Luce

Di sisi lain, Ferrari mengklaim bahwa Luce adalah simbol nyata dari inovasi, tanggung jawab, dan visi jangka panjang bagi generasi mendatang. Perusahaan menyatakan bahwa antusiasme pasar terhadap mobil listrik ini tetap tinggi, terutama dengan permintaan yang kuat dari konsumen di pasar China.

Ferrari Luce menghadapi reaksi keras saat pertama kali diperkenalkan ke publik, termasuk kritik dari mantan ketua Ferrari, Luca Cordero di Montezemolo. Ia sempat mengungkapkan kekhawatiran bahwa langkah elektrifikasi ini berisiko menghancurkan legenda besar perusahaan asal Italia tersebut.

Tidak hanya dari kalangan internal, Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, juga termasuk di antara tokoh publik yang memberikan kritik tajam terhadap desain mobil tersebut. Kritik ini sempat memicu penurunan harga saham Ferrari tepat satu hari setelah acara peluncuran resmi dilakukan.

Menanggapi berbagai tanggapan negatif, Chief Design Officer Ferrari, Flavio Manzoni, menegaskan bahwa kritik merupakan bagian tak terpisahkan dari proses inovasi perusahaan. Ia meyakini bahwa seiring berjalannya waktu, publik akan mulai mengapresiasi visi desain yang diterapkan pada Ferrari Luce.

Terlepas dari polemik yang terjadi, Ferrari dilaporkan telah mencapai target penjualan tahunan untuk model ini berkat dukungan pasar global yang masif. Langkah ini menandai keseriusan Ferrari dalam bersaing di segmen kendaraan listrik yang selama ini didominasi oleh Tesla dan produsen asal China.

Ajang lelang amal ini bukan kali pertama Ferrari mengadakan inisiatif serupa untuk tujuan pendidikan. Pada tahun 2025, perusahaan juga berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 26 juta melalui lelang supercar Ferrari Daytona SP3 yang saat itu mencatatkan rekor harga tertinggi bagi mobil baru.

Topics
ferrari mobil listrik ferrari luce jony ive rm sotheby's otomotif lelang amal ev teknologi supercar
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.