Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Pengamat UI: Perang AS-Iran...
INTERNASIONAL

Pengamat UI: Perang AS-Iran Berpotensi Picu Krisis Energi di Eropa

By Dewi Lestari • 2 min read • 20 Juli 2026
Pengamat militer Stanislaus Riyanta menganalisis dampak konflik AS dan Iran terhadap energi Eropa

Pengamat militer Stanislaus Riyanta menganalisis dampak konflik AS dan Iran terhadap energi Eropa

Pengamat militer dan pertahanan dari Universitas Indonesia (UI), Stanislaus Riyanta, menyoroti eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dinilai dapat mengancam stabilitas pasokan energi global. Menurutnya, potensi krisis energi ini menjadi ancaman serius bagi benua Eropa yang akan segera menghadapi musim dingin.

Berdasarkan analisis Stanislaus, pasokan gas untuk kawasan Eropa sebagian besar dipasok oleh Qatar dengan moda transportasi kapal tanker yang wajib melintasi Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital tersebut terancam terganggu apabila perang terus berlanjut tanpa penyelesaian diplomasi.

"Ada ancaman serius lagi adalah di Eropa akan memasuki musim dingin sementara pasokan gas itu sebagian besar dari Qatar yang menggunakan kapal yang melintasi Selat Hormuz," kata Stanislaus Riyanta saat memberikan keterangannya pada Senin (20/7/2026).

Dari pantauan redaksi, kedua pihak menerapkan strategi pertempuran yang kontras. Amerika Serikat cenderung mengandalkan keunggulan teknologi militer canggih, sementara pihak Iran menerapkan taktik perang asimetris yang menjadikan tekanan ekonomi sebagai instrumen tekanan utama.

"Ketika perang ini terus terjadi maka nanti akan ada krisis energi di Eropa ini juga berbahaya. Jadi intinya adalah Amerika menggunakan taktik militer yang canggih sementara Iran menggunakan perang asimetris yang menggunakan ekonomi sebagai senjata utamanya," ujar Stanislaus menjelaskan.

Menurut pengamatan tim redaksi, dampak perselisihan ini berisiko meluas ke lingkup global jika berbagai pelanggaran hukum internasional terus dibiarkan tanpa adanya intervensi dari masyarakat internasional. Keberlanjutan nota kesepahaman dan upaya perdamaian sebelumnya kini terancam gagal total.

Berdasarkan laporan Pentagon, eskalasi militer terbaru mencatat dua anggota militer AS tewas dan satu lainnya hilang setelah dihantam serangan rudal balistik serta drone Iran di Yordania. Ketegangan yang kian memuncak ini turut membayangi stabilitas keamanan di kawasan Teluk, termasuk pangkalan militer AS di Bahrain.

Topics
eropa amerika serikat iran selat hormuz krisis energi stanislaus riyanta universitas indonesia
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.