Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil BNY Mellon, Bank Tertua di AS...
INTERNASIONAL

Profil BNY Mellon, Bank Tertua di AS dan Raksasa Kustodian Dunia

By Dewi Lestari • 3 min read • 13 Agustus 2026
Gedung kantor pusat BNY Mellon di kawasan Wall Street New York

Gedung kantor pusat BNY Mellon di kawasan Wall Street New York

The Bank of New York Mellon Corporation atau BNY merupakan bank internasional terkemuka yang berbasis di New York City dan memegang status sebagai institusi keuangan tertua di Amerika Serikat. Didirikan pada Juni 1784 melalui inisiatif para tokoh terkemuka termasuk Alexander Hamilton, bank ini mencatatkan sejarah sebagai perusahaan pertama yang diperdagangkan di Bursa Efek New York.

Perjalanan panjang institusi ini berakar dari kebutuhan mendesak industri pelayaran lokal akan layanan perbankan yang andal setelah era pasca-revolusi Amerika. Beroperasi tanpa piagam resmi selama beberapa tahun pertama, bank tersebut tumbuh secara konservatif namun stabil hingga berhasil melewati berbagai krisis finansial besar pada abad ke-19 serta abad ke-20.

Transformasi besar terjadi pada Juli 2007 ketika Bank of New York bergabung dengan Mellon Financial Corporation untuk membentuk entitas gabungan yang kini dikenal luas sebagai BNY. Melalui penggabungan kekuatan tersebut, perusahaan menjelma menjadi penyedia layanan sekuritas dan bank kustodian terbesar di dunia dengan aset kelolaan yang mencapai nilai fantastis.

Hingga saat ini, BNY terus memainkan peran krusial dalam ekosistem keuangan global dengan menyediakan manajemen aset serta layanan keuangan bernilai triliunan dolar bagi korporasi dan institusi. Reputasi panjang yang dibangun atas dasar kehati-hatian finansial menjadikan institusi ini diakui secara internasional sebagai pilar penting dalam stabilitas ekonomi global.

Sejarah Panjang dan Ekspansi Global BNY Mellon

New york

Ekspansi bisnis BNY didorong oleh serangkaian merger strategis dan akuisisi penting yang memperluas jangkauan layanan finansial mereka ke seluruh dunia. Salah satu tonggak sejarah penting tercatat pada tahun 1988 ketika Bank of New York bergabung dengan Irving Bank Corporation dan menempati markas ikonik di Wall Street.

Memasuki dekade 1990-an hingga awal 2000-an, bank ini agresif mengakuisisi berbagai lini bisnis penting, termasuk kepemilikan atas Pershing LLC pada tahun 2003 yang memperkuat posisinya sebagai perusahaan kliring saham terkemuka. Langkah-langkah ekspansif ini berhasil mendiversifikasi layanan perusahaan dari perbankan konvensional menjadi penyedia platform teknologi keuangan berstandar tinggi.

Meskipun sempat menghadapi beberapa tantangan hukum dan penyelesaian regulasi di masa lalu, komitmen perusahaan terhadap transparansi dan kepatuhan hukum tetap menjadi prioritas utama. Transformasi struktural juga dilakukan secara konsisten, termasuk melepas bisnis perbankan ritel demi memfokuskan portofolio pada layanan kepercayaan korporat serta kustodian sekuritas.

Kombinasi antara warisan sejarah yang kaya sejak abad ke-18 dan inovasi teknologi modern memastikan BNY tetap berada di garis depan industri perbankan internasional. Perusahaan terus membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu institusi keuangan paling sistemik dan berpengaruh di panggung ekonomi global modern.

Topics
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.