Capital in the Anthropocene atau dikenal dalam judul bahasa Jepang Hitoshinsei no Shihonron adalah sebuah buku non-fiksi karya akademisi dan profesor filsafat Universitas Tokyo, Kohei Saito. Diterbitkan pertama kali pada September 2020 oleh Shueisha, buku ini mengeksplorasi hubungan antara krisis lingkungan global dan sistem ekonomi kapitalis. Karya ini mendadak menjadi fenomena budaya dan sukses secara komersial di Jepang dengan penjualan melampaui setengah juta kopi.
Latar belakang penulisan buku ini berakar dari berbagai krisis global seperti krisis finansial 2008, bencana nuklir Fukushima, serta ancaman perubahan iklim yang semakin nyata. Peristiwa-peristiwa tersebut mendorong Saito untuk mempertanyakan kembali mengapa banyak orang merasa tidak memiliki masa depan yang baik di tengah masyarakat yang tampak makmur. Dari refleksi kritis inilah ia mulai menggali kembali tulisan-tulisan ekologis Karl Marx yang jarang diungkap ke publik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam pemaparannya, buku ini menyoroti bagaimana gagasan pertumbuhan berkelanjutan justru memperparah krisis iklim alih-alih menyelesaikannya. Saito secara kritis memandang target pembangunan berkelanjutan sebagai ilusi di bawah sistem kapitalisme yang berbasis eksploitasi tanpa batas. Sebagai gantinya, ia menawarkan konsep degrowth atau pelambatan aktivitas ekonomi secara demokratis untuk menyelamatkan kelangsungan hidup manusia.
Kesuksesan luar biasa dari buku ini tidak hanya mendongkrak popularitas penulisnya, tetapi juga membangkitkan kembali diskursus mengenai pemikiran Marxis di Jepang. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan diadaptasi ke dalam berbagai medium internasional, termasuk edisi bahasa Inggris berjudul Slow Down: The Degrowth Manifesto. Pengaruhnya terus meluas dalam perdebatan global mengenai masa depan lingkungan dan ekonomi politik.
Sejarah Berdirinya Perusahaan
Gagasan dasar di balik Capital in the Anthropocene bermula dari riset mendalam Kohei Saito terhadap catatan-catatan arsip dan buku catatan ekologis Karl Marx yang belum dipublikasikan semasa hidupnya. Dalam catatan tersebut, Marx meneliti tentang ilmu alam dan keretakan metabolik yang terjadi antara aktivitas manusia dan alam akibat sistem kapitalisme. Riset ini menjadi landasan teoretis utama yang merumuskan hubungan antara ekologi dan ekonomi politik kritis.
Proses pembentukan buku ini juga dipengaruhi oleh konteks sosio-historis kemunculannya yang bertepatan dengan masa pandemi COVID-19. Krisis kesehatan global tersebut memperlebar jurang ketimpangan ekonomi dan memperjelas kerapuhan sistem produksi serta konsumsi berlebihan yang didorong oleh kapitalisme modern. Kondisi ini memberikan momentum yang tepat bagi penerbitan buku untuk menyuarakan kritik tajam terhadap sistem ekonomi saat itu.
Momen penting dalam perjalanan publikasi buku ini terjadi ketika Shueisha merilisnya ke pasaran pada 17 September 2020 di Jepang. Di luar dugaan banyak pihak, buku ini mencatat rekor penjualan yang sangat masif, menembus angka seperempat juta kopi pada awal 2021 dan melampaui setengah juta kopi pada tahun berikutnya. Pencapaian ini menandai titik balik diterimanya gagasan radikal mengenai lingkungan ke dalam arus utama masyarakat.