Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil Film Lola, Karya Debut...
INTERNASIONAL

Profil Film Lola, Karya Debut Sutradara Nicola Peltz Beckham Menuai Kritikan

By Dewi Lestari • 2 min read • 10 Februari 2024
Poster dan ilustrasi film drama Lola garapan sutradara Nicola Peltz Beckham

Poster dan ilustrasi film drama Lola garapan sutradara Nicola Peltz Beckham

Profil film Lola menarik perhatian publik perfilman karena merupakan karya debut penyutradaraan dari aktris Nicola Peltz Beckham. Dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 9 Februari 2024, film drama ini dibintangi langsung oleh Nicola Peltz Beckham bersama jajaran aktor papan atas seperti Virginia Madsen, Raven Goodwin, Richie Merritt, Luke David Blumm, dan Trevor Long.

Berdasarkan analisis awak media, alur cerita film ini berfokus pada karakter bernama Lola James yang bekerja ganda sebagai penari eksotik pada malam hari dan pegawai toko obat pada siang hari. Lola berjuang keras mengumpulkan uang untuk pindah ke Texas agar saudara laki-lakinya yang berusia sembilan tahun dapat bersekolah seni, di tengah konflik keluarga pelik bersama ibu mereka yang religius fanatik.

Proses produksi film ini dimulai sejak bulan Maret hingga April 2021 di Los Angeles, California, dengan rencana awal penggarapan diumumkan pada bulan Maret 2021. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa ekspektasi tinggi penonton terhadap debut Nicola Peltz Beckham tidak sejalan dengan respons kritikus setelah film tersebut resmi diluncurkan.

Sebagaimana dilaporkan oleh berbagai media internasional, film Lola menerima ulasan yang sangat negatif dari para kritikus perfilman dunia. Media The Guardian menyebut karya ini sebagai bentuk eksploitasi kondisi kemiskinan demi hiburan semata, sementara ulasan lain menilai film tersebut mirip tiruan serial populer yang gagal mencapai realisme yang diharapkan.

Topics
lola film nicola peltz beckham drama virginia madsen hollywood profil film
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.