Film The Messiah merupakan karya sinema asal Iran garapan sutradara Nader Talebzadeh yang dirilis pada 2007 dengan mengangkat kisah hidup Nabi Isa berdasarkan sudut pandang Islam. Penggarapan film ini tidak hanya merujuk pada Injil kanonik, melainkan juga memadukan narasi dari Al-Qur'an serta Injil Barnabas yang dinilai selaras dengan interpretasi teologis Islam. Karakter utama Nabi Isa dalam produksi layar lebar tersebut diperankan oleh aktor asal Iran bernama Ahmad Soleimani Nia.
Sutradara Nader Talebzadeh sebelumnya pernah menyampaikan pandangannya bahwa karya sinema garapan Hollywood memiliki kualitas teknis yang baik namun alur ceritanya berbeda dari perspektif Islam. Sebagai bentuk eksplorasi naratif, film berdurasi lebih dari dua jam ini bahkan dibuat dengan dua versi akhir cerita yang berbeda, yakni mengacu pada tradisi Kristen serta versi yang bersumber dari Al-Qur'an.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeProyek film skala besar ini melibatkan lebih dari 1.000 pemeran serta figuran, menjadikannya salah satu produksi sinema terbesar yang pernah dibuat di Iran. Selain dirilis dalam format film bioskop berdurasi panjang, proyek ini juga diadaptasi menjadi serial televisi sepanjang 20 episode dengan durasi masing-masing 45 menit untuk penayangan di layar kaca.
Jalan cerita film ini menggambarkan sosok Nabi Isa sebagai seorang nabi dan bukan sebagai anak Tuhan, serta menyajikan adegan di mana Yudas Iskariot disalibkan menggantikan beliau. Pandangan tersebut tentu berbeda secara mendasar dengan mayoritas keyakinan umat Kristiani yang meyakini konsep Trinitas serta peristiwa penyaliban Yesus untuk keselamatan umat manusia.
Kontroversi Penayangan Serta Penghargaan Internasional
Rangkaian distribusi internasional film ini mencakup sulih suara dalam berbagai bahasa termasuk bahasa Arab untuk disiarkan di berbagai stasiun televisi kawasan Timur Tengah. Namun, penayangan versi serial televisi oleh dua stasiun televisi Lebanon sempat menuai polemik dan akhirnya ditangguhkan setelah episode perdana mengudara saat bulan suci Ramadan.
Protes keras tersebut muncul dari otoritas keagamaan Kristen di Lebanon yang meminta penayangan dihentikan karena banyak penggambaran adegan dalam film bertentangan langsung dengan doktrin gereja tradisional Kristen mengenai Yesus. Keberatan utama pihak gereja berpusat pada penolakan narasi penyaliban serta status ketuhanan yang diusung dalam film tersebut.
Terlepas dari berbagai perdebatan teologis yang menyertainya, film ini tetap mendapat apresiasi dalam sejumlah ajang festival film internasional. Karya sinema tersebut sempat diputar dalam Philadelphia Film Festival serta menerima penghargaan dari ajang 2007 Religion Today Film Festival di Italia atas upayanya mempromosikan pemahaman antarumat beragama.
Melalui pendekatan visual yang megah dan muatan naratif yang khas, The Messiah tetap tercatat sebagai salah satu proyek film lintas budaya paling ambisius dari Iran. Film ini terus menjadi bahan diskursus menarik bagi pengamat sinema maupun peminat studi perbandingan agama di kancah internasional.