Harga minyak dunia berisiko mengalami tekanan kenaikan baru setelah Iran secara tegas menolak melanjutkan perundingan langsung dengan Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan media internasional, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa negaranya menutup pintu dialog langsung hingga Washington menyelesaikan persoalan pelanggaran kesepakatan damai sementara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelum penolakan ini muncul, harga minyak mentah Brent sempat mengalami penurunan tajam hingga lebih dari 16 dolar per barel dalam delapan sesi perdagangan akibat meredanya ketegangan geopolitik.
Dari analisis pasar energi, ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pasokan energi global kini kembali menghantui para pelaku pasar.
Pihak Iran menegaskan bahwa komunikasi saat ini hanya dilakukan melalui perantara, sementara Oman terus berupaya memfasilitasi diplomasi demi keamanan pelayaran.
Sebelumnya, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance sempat mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam proses perundingan diplomatik kedua negara.
Kendati demikian, sikap keras Teheran membuat prospek pembukaan jalur distribusi minyak utama tersebut kembali abu-abu.
Lonjakan harga minyak mentah tentu memberikan dampak luas terhadap perekonomian global, termasuk sektor energi dan biaya distribusi di berbagai negara.