Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Harga Minyak Dunia Terancam Naik,...
INTERNASIONAL

Harga Minyak Dunia Terancam Naik, Iran Tolak Perundingan AS

By Dewi Lestari • 2 min read • 9 Agustus 2026
Kilang minyak dan kapal tanker yang melintasi perairan internasional

Kilang minyak dan kapal tanker yang melintasi perairan internasional

Harga minyak dunia berisiko mengalami tekanan kenaikan baru setelah Iran secara tegas menolak melanjutkan perundingan langsung dengan Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan media internasional, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa negaranya menutup pintu dialog langsung hingga Washington menyelesaikan persoalan pelanggaran kesepakatan damai sementara.

Sebelum penolakan ini muncul, harga minyak mentah Brent sempat mengalami penurunan tajam hingga lebih dari 16 dolar per barel dalam delapan sesi perdagangan akibat meredanya ketegangan geopolitik.

Dari analisis pasar energi, ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pasokan energi global kini kembali menghantui para pelaku pasar.

Pihak Iran menegaskan bahwa komunikasi saat ini hanya dilakukan melalui perantara, sementara Oman terus berupaya memfasilitasi diplomasi demi keamanan pelayaran.

Sebelumnya, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance sempat mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam proses perundingan diplomatik kedua negara.

Kendati demikian, sikap keras Teheran membuat prospek pembukaan jalur distribusi minyak utama tersebut kembali abu-abu.

Lonjakan harga minyak mentah tentu memberikan dampak luas terhadap perekonomian global, termasuk sektor energi dan biaya distribusi di berbagai negara.

Topics
iran amerika serikat harga minyak selat hormuz ekonomi energi pasar global
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.