Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil Freddie Mac, Raksasa...
INTERNASIONAL

Profil Freddie Mac, Raksasa Pembiayaan Perumahan Amerika Serikat

By Dewi Lestari • 2 min read • 13 Agustus 2026
Ilustrasi profil perusahaan keuangan Freddie Mac di Amerika Serikat

Ilustrasi profil perusahaan keuangan Freddie Mac di Amerika Serikat

Federal Home Loan Mortgage Corporation atau yang lebih dikenal sebagai Freddie Mac merupakan perusahaan publik disponsori pemerintah Amerika Serikat yang berpusat di McLean, Virginia. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, institusi ini didirikan pada tahun 1970 melalui Emergency Home Finance Act guna memperluas pasar sekunder hipotek di Amerika Serikat.

Dalam menjalankan bisnis utamanya, Freddie Mac membeli hipotek dari lembaga penyimpanan, mengumpulkannya, lalu menjualnya sebagai efek beragun aset atau mortgage-backed security kepada investor swasta. Sebagaimana dilaporkan dalam catatan sejarah keuangan, mekanisme pasar sekunder ini berfungsi untuk memperbesar pasokan dana tersedia bagi pembiayaan hipotek serta pembelian rumah baru.

Berdasarkan analisis Kabayan News, perusahaan ini menghadapi tantangan besar ketika ditempatkan di bawah pengawasan konservator oleh Federal Housing Finance Agency pada bulan September 2008 akibat krisis keuangan. Kendati demikian, Freddie Mac berhasil bangkit dan menduduki peringkat tinggi dalam daftar Fortune 500 sebagai salah satu perusahaan terbesar di Amerika Serikat berdasarkan total pendapatan.

Meskipun sekuritas yang diterbitkannya tidak dijamin secara langsung oleh pemerintah federal Amerika Serikat, banyak investor meyakini adanya jaminan tersirat dari pemerintah. Mengutip laporan resmi perusahaan, dukungan tidak langsung ini memberikan nilai tambah tersendiri bagi sekuritas mereka di pasar keuangan terbuka.

Topics
freddie mac fhlmc hipotek fannie mae amerika serikat keuangan perumahan
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.