Kota Banjarbaru merupakan salah satu wilayah otonom yang kini mengemban status sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan. Penetapan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022 yang menggantikan kedudukan Kota Banjarmasin sebelumnya.
Secara geografis, kota ini terletak sekitar 33 kilometer dari Banjarmasin dan mencakup luas wilayah mencapai 371,38 kilometer persegi. Berdasarkan data akhir 2024, jumlah penduduk di wilayah yang terbagi menjadi 5 kecamatan dan 20 kelurahan ini tercatat sebanyak 285.546 jiwa.
Indeks Pembangunan Manusia di kota ini mencatatkan angka tertinggi di Kalimantan Selatan yakni sebesar 81,25 pada tahun 2023. Capaian tersebut mencerminkan pesatnya kemajuan infrastruktur serta kualitas hidup masyarakat setempat yang semakin mumpuni.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAsal-usul wilayah ini bermula dari kawasan perbukitan di pinggiran Martapura yang dahulu dikenal sebagai Gunung Apam. Dahulu, kawasan tersebut menjadi tempat peristirahatan para pendulang intan tradisional sebelum akhirnya dirancang sebagai pusat pemerintahan.
Sejarah Perjuangan Status Kota Banjarbaru
Gagasan besar pembangunan wilayah ini dicetuskan pada dekade 1950-an oleh Gubernur Kalimantan Dr. Murdjani bersama perencana D.A.W. Van der Pijl. Keduanya merancang kawasan tersebut agar menjadi pusat pemerintahan yang ideal demi menghindari masalah genangan air di Banjarmasin.
Setelah melalui perjalanan panjang dan sempat menyandang predikat kota administratif tertua di Indonesia, statusnya resmi berubah menjadi kotamadya. Perubahan status tersebut ditandai dengan dilantiknya Akhmad Fakhrulli sebagai pejabat wali kota pada 27 April 1999.
Nama wilayah ini sendiri lahir secara situasional ketika Van der Pijl menuliskan Bandjar Baru pada peta rancangannya. sejarah-rumah-tenis-wimbledon-sejak-1868" class="internal-link">Seiring berjalannya waktu, penamaan tentatif tersebut melekat erat dan diterima secara luas oleh masyarakat hingga ditetapkan secara resmi.
Kini, kawasan metropolitan Banjarbakula ini terus berbenah menjadi pusat administrasi modern yang membanggakan. Semangat para perintis masa lalu dalam membangun kawasan dari nol terbukti membuahkan hasil manis bagi perkembangan Provinsi Kalimantan Selatan.