Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil The Princeton Review,...
INTERNASIONAL

Profil The Princeton Review, Perusahaan Pendidikan Global dan Kontroversinya

By Dewi Lestari • 2 min read • 11 Januari 2025
Gedung perkotaan sebagai ilustrasi profil perusahaan pendidikan The Princeton Review

Gedung perkotaan sebagai ilustrasi profil perusahaan pendidikan The Princeton Review

Profil The Princeton Review mencakup sejarah panjang sebagai perusahaan layanan pendidikan terkemuka yang menyediakan bimbingan belajar, persiapan ujian, dan sumber daya penerimaan mahasiswa. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, perusahaan swasta berpusat di New York City ini telah bekerja sama dengan lebih dari 400 juta siswa di berbagai belahan dunia sejak awal pendiriannya pada tahun 1981.

Mengutip laporan sejarah perusahaan, institusi ini pertama kali didirikan oleh John Katzman seusai kelulusannya dari Princeton University dengan memberikan bimbingan tes SAT dari apartemennya di Upper West Side. Ia kemudian menggandeng Adam Robinson, seorang tutor SAT lulusan Oxford, guna mengembangkan teknik khusus dalam menghadapi sistem ujian sebelum akhirnya memperluas operasional hingga tingkat global.

Perjalanan kepemilikan perusahaan mengalami banyak dinamika korporasi seiring berjalannya waktu, termasuk diakuisisi oleh Charlesbank Capital pada tahun 2012 serta dibeli oleh Tutor.com yang berada di bawah naungan IAC pada Agustus 2014. Kepemilikan tersebut kembali berpindah tangan kepada ST Unitas pada tahun 2017 dan diakuisisi oleh Primavera Capital Group pada Januari 2022.

Dari analisis Kabayan News, jejak langkah institusi ini tidak lepas dari berbagai catatan permasalahan hukum dan kritik publik terkait operasional bisnis mereka. Pada bulan Desember 2012, entitas pengelola saat itu yakni Education Holdings, Inc. menyelesaikan gugatan hukum dari pemerintah Amerika Serikat di bawah undang-undang False Claims Act akibat pemalsuan data kehadiran program bimbingan belajar sekolah negeri di New York City.

Selain permasalahan pemalsuan klaim dana federal, perusahaan ini juga pernah tersandung kasus kebocoran data pribadi siswa yang berujung pada gugatan class action serta kewajiban penyediaan layanan perlindungan identitas. Berbagai peringkat perguruan tinggi yang mereka rilis turut menuai kritik karena dinilai menggunakan metodologi subjektif berbasis opini pelajar alih-alih data statistik murni.

Topics
the princeton review pendidikan bimbingan belajar profil perusahaan amerika serikat sejarah kontroversi
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.