Profil The Princeton Review mencakup sejarah panjang sebagai perusahaan layanan pendidikan terkemuka yang menyediakan bimbingan belajar, persiapan ujian, dan sumber daya penerimaan mahasiswa. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, perusahaan swasta berpusat di New York City ini telah bekerja sama dengan lebih dari 400 juta siswa di berbagai belahan dunia sejak awal pendiriannya pada tahun 1981.
Mengutip laporan sejarah perusahaan, institusi ini pertama kali didirikan oleh John Katzman seusai kelulusannya dari Princeton University dengan memberikan bimbingan tes SAT dari apartemennya di Upper West Side. Ia kemudian menggandeng Adam Robinson, seorang tutor SAT lulusan Oxford, guna mengembangkan teknik khusus dalam menghadapi sistem ujian sebelum akhirnya memperluas operasional hingga tingkat global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerjalanan kepemilikan perusahaan mengalami banyak dinamika korporasi seiring berjalannya waktu, termasuk diakuisisi oleh Charlesbank Capital pada tahun 2012 serta dibeli oleh Tutor.com yang berada di bawah naungan IAC pada Agustus 2014. Kepemilikan tersebut kembali berpindah tangan kepada ST Unitas pada tahun 2017 dan diakuisisi oleh Primavera Capital Group pada Januari 2022.
Dari analisis Kabayan News, jejak langkah institusi ini tidak lepas dari berbagai catatan permasalahan hukum dan kritik publik terkait operasional bisnis mereka. Pada bulan Desember 2012, entitas pengelola saat itu yakni Education Holdings, Inc. menyelesaikan gugatan hukum dari pemerintah Amerika Serikat di bawah undang-undang False Claims Act akibat pemalsuan data kehadiran program bimbingan belajar sekolah negeri di New York City.
Selain permasalahan pemalsuan klaim dana federal, perusahaan ini juga pernah tersandung kasus kebocoran data pribadi siswa yang berujung pada gugatan class action serta kewajiban penyediaan layanan perlindungan identitas. Berbagai peringkat perguruan tinggi yang mereka rilis turut menuai kritik karena dinilai menggunakan metodologi subjektif berbasis opini pelajar alih-alih data statistik murni.