Proyek sunlight on demand dari perusahaan Amerika Serikat Reflect Orbital memicu kecemasan mendalam bagi para astronom dan pengamat langit di wilayah New Brunswick, Kanada. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, inovasi kontroversial ini berencana menempatkan puluhan ribu cermin di luar angkasa guna memantulkan cahaya matahari kembali ke Bumi berdasarkan permintaan pelanggan.
Pihak perusahaan mengklaim layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian, infrastruktur energi surya, hingga operasi penyelamatan. Namun, para ahli astronomi menilai proyek ambisius ini justru membawa malapetaka bagi pengamatan luar angkasa berbasis darat.
"Ini seperti sebuah bencana," ujar profesor astronomi Mount Allison University, Catherine Lovekin, mengutip laporan CBC News. Ia menambahkan bahwa kehadiran satelit pemantul cahaya ini bakal menghancurkan astronomi amatir maupun kegiatan pengamatan bintang di halaman belakang yang saat ini sudah tertekan oleh kepadatan satelit komersial.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKekhawatiran serupa juga disuarakan oleh Stéphane Picard selaku pemilik organisasi wisata astronomi Cliff Valley Astronomy. Ia mengungkapkan bahwa New Brunswick sedang gencar mengembangkan kawasan langit gelap atau dark-sky sites demi menarik kunjungan wisatawan, namun keberadaan ribuan cermin di orbit dikhawatirkan merusak potensi tersebut.
Menanggapi gelombang penolakan global, pihak Reflect Orbital menyatakan bahwa proyek ini dirancang dengan zona pengecualian khusus di sekitar situs observasi astronomi. Kendati demikian, komunitas sains internasional tetap mendesak adanya regulasi ketat demi melindungi ekosistem malam serta keindahan alam semesta dari ancaman polusi cahaya buatan.