Samsung Galaxy Z Fold 8 tampil sebagai salah satu lini ponsel lipat paling menarik dengan membawa desain bodi yang lebih pendek serta layar internal yang lebih lebar.
Meskipun menawarkan visual yang sangat optimal untuk kebutuhan hiburan, ponsel lipat terbaru besutan raksasa teknologi asal Korea Selatan ini menyimpan sebuah kejutan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerangkat tersebut dilaporkan hanya mendukungi dua posisi engsel saja yakni terbuka penuh atau tertutup rapat sepenuhnya.
Kondisi ini membuat ponsel lipat standar tersebut harus kehilangan salah satu kemampuan ikonik yang selama ini dicari oleh para konsumen.
Absennya Flex Mode Jadi Perbincangan Hangat
Ketiadaan kemampuan engsel fleksibel membuat pengguna Galaxy Z Fold 8 tidak bisa lagi menikmati kemudahan mode bebas genggam di atas permukaan meja.
Sejumlah fungsi pendukung seperti panggilan video tanpa tangan, pratinjau kamera instan, hingga panel kontrol terpisah untuk aplikasi multimedia harus absen.
Keputusan Samsung meniadakan fitur tersebut diduga bertujuan untuk menekan biaya produksi di tengah lonjakan harga komponen global saat ini.
Bagi pengguna yang sangat mengandalkan fleksibilitas sudut layar, opsi beralih ke varian yang lebih tinggi tentu menjadi pertimbangan utama.