Situs web Jmail hadir sebagai arsip berbasis peramban yang memuat dokumen dari Epstein files, dirilis oleh United States House Committee on Oversight and Government Reform berdasarkan Epstein Files Transparency Act. Platform ini awalnya menampilkan antarmuka menyerupai layanan surel Gmail sebelum kemudian memperluas tampilannya dengan mengadopsi berbagai antarmuka situs populer lain agar dokumen publik tersebut menjadi lebih mudah diakses serta dijelajahi oleh masyarakat luas.
Proyek inovatif tersebut digagas oleh seniman internet Riley Walz bersama salah satu pendiri Kino AI, Luke Igel. Melalui sebuah unggahan di media sosial, mereka memperkenalkan platform ini dengan konsep memungkinkan pengguna melihat berbagai pesan surel dari sudut pandang pribadi mendiang financier tersebut, termasuk upaya dalam mengelola reputasinya semasa hidup.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain menampilkan pesan teks hingga tahun 2019 dari alamat surel pribadi, Jmail turut dilengkapi fitur kecerdasan buatan parodi bernama Jemini. Fitur tersebut dikembangkan untuk membantu menelusuri seluruh dokumen teks Epstein Files Transparency Act secara efisien, sekaligus menepis klaim mengenai kendala teknis dalam pencarian data.
Seiring berjalannya waktu, pengembang situs ini juga memperluas ekosistem arsip digital dengan meluncurkan berbagai tiruan platform lain seperti pangkalan data foto, pelacak penerbangan pribadi, hingga tiruan situs belanja daring yang memuat riwayat pesanan. Berdasarkan proyeksi menjelang akhir Februari 2026, situs arsip tersebut diperkirakan telah mencatatkan ratusan juta kunjungan dari publik.