Strategi net zero yang diterapkan oleh berbagai kota di seluruh dunia mendapat sorotan tajam karena dinilai kurang memperhatikan aspek biaya manusia dari perubahan iklim.
Berdasarkan analisis Kabayan News, para ilmuwan mengkhawatirkan investasi miliaran dolar yang digelontorkan untuk mengatasi iklim terlalu berfokus pada karbon tanpa diimbangi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRiset terbaru yang melibatkan Profesor Subhes Bhattacharyya dari De Montfort University Leicester (DMU) bersama peneliti University of Surrey menyatakan bahwa udara bersih, komunitas sehat, ruang hijau, dan biaya energi rendah semestinya dihitung sebagai keberhasilan aksi iklim.
Para peneliti menambahkan bahwa pengakuan terhadap manfaat luas tersebut dapat membantu kota-kota membuat keputusan investasi lebih baik sekaligus membangun dukungan publik lebih kuat.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, studi itu mengidentifikasi adanya kesenjangan antara ambisi dan implementasi karena sistem pemantauan aksi iklim masih terpusat pada emisi karbon semata.
Professor Subhes Bhattacharyya menyatakan melalui riset tersebut bahwa pengurangan emisi karbon hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan gambaran besar aksi iklim.
"Aksi iklim dapat meningkatkan kesehatan publik, menciptakan lapangan kerja, memperluas ruang hijau, serta memperkuat perekonomian lokal," ujar Bhattacharyya.
Ia menambahkan bahwa riset ini menyoroti pentingnya mengukur berbagai manfaat lebih luas agar kota mampu mengambil keputusan berbasis informasi matang serta membangun dukungan jangka panjang.