Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Terapi Gen DREADDs, Uji Klinis...
INTERNASIONAL

Terapi Gen DREADDs, Uji Klinis Pertama Buat Ahli Syaraf AS Terkejut

By Dewi Lestari 2 min read 14 Agustus 2026
Ilustrasi penelitian neurosains dan terapi gen DREADDs untuk pengobatan otak manusia

Ilustrasi penelitian neurosains dan terapi gen DREADDs untuk pengobatan otak manusia

Uji klinis pertama terapi gen DREADDs berbasis protein desainer di Tiongkok sukses membuat para ilmuwan saraf Amerika Serikat terkejut dan terpana dalam pertemuan ilmiah baru-baru ini. Sebagaimana dilaporkan oleh C&EN, kemajuan teknologi kemogenetik ini membuka babak baru dalam dunia medis untuk meredam aktivitas neuronal secara presisi.

Bryan Roth dari University of North Carolina School of Medicine mengungkapkan suasana penuh keterkejutan ketika dirinya memaparkan setidaknya tujuh uji klinis yang sedang berjalan di Tiongkok. Dari analisis Kabayan News, teknologi yang dikembangkan dua dekade lalu tersebut kini mulai diuji langsung pada manusia guna menangani kasus medis berat.

Metode mutakhir ini memanfaatkan vektor virus guna menyisipkan gen reseptor khusus ke dalam sel saraf agar dapat merespons obat molekul kecil secara spesifik. Dirg Trauner selaku ahli biokimia dari University of Pennsylvania menilai pendekatan tersebut menawarkan tingkat akurasi tinggi dengan potensi efek samping minimal.

Meski demikian, penggunaan terapi gen berbasis virus tetap menyimpan tantangan risiko imunogenisitas yang harus diawasi secara ketat oleh para peneliti medis. Uji klinis yang mencakup penanganan epilepsi parah, penyakit Parkinson, hingga nyeri neuropatik ini diyakini mampu merevolusi masa depan pengobatan neuropsikiatri modern.

Topics
dreadds terapi gen neurosains tiongkok amerika serikat kesehatan kedokteran penelitian
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.