Uji klinis pertama terapi gen DREADDs berbasis protein desainer di Tiongkok sukses membuat para ilmuwan saraf Amerika Serikat terkejut dan terpana dalam pertemuan ilmiah baru-baru ini. Sebagaimana dilaporkan oleh C&EN, kemajuan teknologi kemogenetik ini membuka babak baru dalam dunia medis untuk meredam aktivitas neuronal secara presisi.
Bryan Roth dari University of North Carolina School of Medicine mengungkapkan suasana penuh keterkejutan ketika dirinya memaparkan setidaknya tujuh uji klinis yang sedang berjalan di Tiongkok. Dari analisis Kabayan News, teknologi yang dikembangkan dua dekade lalu tersebut kini mulai diuji langsung pada manusia guna menangani kasus medis berat.
Metode mutakhir ini memanfaatkan vektor virus guna menyisipkan gen reseptor khusus ke dalam sel saraf agar dapat merespons obat molekul kecil secara spesifik. Dirg Trauner selaku ahli biokimia dari University of Pennsylvania menilai pendekatan tersebut menawarkan tingkat akurasi tinggi dengan potensi efek samping minimal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeski demikian, penggunaan terapi gen berbasis virus tetap menyimpan tantangan risiko imunogenisitas yang harus diawasi secara ketat oleh para peneliti medis. Uji klinis yang mencakup penanganan epilepsi parah, penyakit Parkinson, hingga nyeri neuropatik ini diyakini mampu merevolusi masa depan pengobatan neuropsikiatri modern.