Arkeolog menemukan patung marmer langka berusia 2.500 tahun dari reruntuhan Sardis, kota kuno di Turki yang terkenal dalam Kitab Wahyu. Penemuan monumental ini diumumkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki pada Agustus 2026.
Situs penggalian patung tersebut terletak di distrik Salihli, Manisa, berjarak sekitar 45 mil di sebelah timur kota besar İzmir. Arkeolog berhasil menampakkan kembali patung pemuda setinggi 7,2 kaki ini dengan kondisi fitur wajah yang masih terjaga sangat baik.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Mehmet Nuri Ersoy menyebut temuan tersebut sebagai penemuan luar biasa dalam dunia arkeologi. Menurut keterangannya, patung ini dulunya pernah dialihfungsikan menjadi batu paving di sepanjang jalan berkolom pada masa periode Romawi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePosisi patung yang menghadap ke bawah selama berabad-abad justru membantu melindungi keaslian detail ukirannya dari kerusakan parah. Detail pakaian pada patung menunjukkan jejak kuat kebudayaan Lydian yang belum pernah ditemukan pada artefak serupa di Anatolia maupun Yunani.
Sejarah Kota Kuno Sardis dan Rencana Restorasi Patung
Patung itu menggambarkan seorang pemuda memegang buah serta mengenakan jubah tebal himation, chiton tipis, dan pakaian khas bergaris horizontal. Keberadaan artefak ini memberikan bukti penting untuk memahami kehidupan, kepercayaan keagamaan, serta interaksi budaya di Sardis pada masa lalu.
Kota Sardis memiliki sejarah panjang sebagai ibu kota Kerajaan Lydian kuno sebelum bertransformasi menjadi pusat penting di bawah Kekaisaran Persia. Selain itu, kota ini tercatat sebagai salah satu dari tujuh gereja di Asia Minor yang disapa oleh Yesus Kristus dalam Kitab Wahyu.
"Kami akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sisa-sisa pigmen warna pada permukaan patung karena patung marmer kuno umumnya memiliki lapisan cat," ungkap tim konservasi. Para ahli juga meneliti sampel tanah di sekitar lokasi penemuan untuk mencari jejak pigmen warna yang mungkin luntur.
Proses pembersihan endapan keras pada permukaan artefak dilakukan secara hati-hati oleh para konservator agar tidak merusak sisa cat atau pahatan aslinya. Seluruh rangkaian restorasi ini bertujuan mempertahankan keaslian bentuk sebelum artefak dipamerkan untuk umum.
Setelah proses konservasi selesai sepenuhnya, patung marmer monumental tersebut akan ditempatkan di Museum Manisa di wilayah bagian barat Turki. Penemuan ini menambah daftar panjang temuan arkeologi penting di kota-kota kuno Alkitabiah seperti Smyrna dan Ephesus dalam beberapa waktu terakhir.