Pemerintah menyiapkan empat ruas jalan tol yang dapat difungsikan sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur TNI Angkatan Udara dalam kondisi tertentu demi memperkuat pertahanan negara.
Meski demikian, seluruh ruas jalan bebas hambatan tersebut tetap beroperasi secara normal untuk melayani mobilitas masyarakat sehari-hari serta mendukung distribusi logistik nasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePemanfaatan infrastruktur ini merupakan bagian dari konsep dual use, di mana jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai jalur konektivitas tetapi juga siap siaga untuk kepentingan militer.
Kementerian Pekerjaan Umum mencatat ada empat proyek tol strategis yang memiliki spesifikasi khusus untuk mendukung pendaratan maupun lepas landas armada udara militer.
Empat Ruas Jalan Tol untuk Landasan Darurat
Daftar pertama adalah Tol Jakarta-Cikampek II Selatan sepanjang 62 kilometer yang disiapkan untuk mengurai kepadatan sekaligus mendukung operasi penerbangan darurat.
Selanjutnya terdapat Tol Banda Aceh–Sigli sepanjang 74 kilometer yang juga dirancang agar bisa dimanfaatkan sebagai jalur pendaratan alternatif pesawat tempur.
Ruas ketiga adalah Tol Probolinggo-Banyuwangi dengan bentang mencapai 175 kilometer yang turut dipersiapkan guna mendukung kesiapsiagaan pertahanan di wilayah timur.
Terakhir, Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung tercatat sebagai tol pertama di Indonesia yang sukses menjalani uji coba pendaratan pesawat tempur.